Waspada, Inflasi Jabar Terancam Meledak 1 Persen, Harga Beras Jadi 'Bom Waktu' Menuju Lebaran
📅 Kamis, 05 Mar 2026, 02:36 WIB | Oleh: Alfred"Pemerintah harus segera bertindak menstabilkan harga beras dulu. Kemudian pada daging ayam ras, juga pemetaan terkait kawasan produksi cabai rawit," katanya.
Inflasi Jawa Barat pada Februari 2026 mencapai 4,71 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi Januari 2026 sebesar 3,24 persen dan secara tahunan (year on year/yoy) pada Februari 2025 yang justru deflasi 0,27 persen.
Tingginya inflasi yoy pada Februari 2026 disebabkan oleh pengaruh low base effect dari diskon tarif listrik yang terjadi pada tahun sebelumnya, di mana pada Februari 2025 diskon tarif listrik berlaku bagi pelanggan pra-bayar maupun pelanggan pasca-bayar.
"Namun jika pengaruh listrik ini dikeluarkan dari perhitungan, inflasi year on year Februari 2026 hanya 2,65 persen," kata Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati dalam keterangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara bulanan, Jawa Barat mengalami inflasi sebesar 0,81 persen. Februari merupakan situasi dimulainya Ramadhan, sehingga mendorong kenaikan harga beberapa komoditas bahan pokok di pasar konsumen, padahal bulan sebelumnya masih deflasi.
Salah satunya cabai rawit yang mengalami lonjakan harga. Harga emas dunia juga masih menunjukkan tren kenaikan secara rata-rata.
Namun, kata Ari, inflasi sedikit tertahan dengan turunnya harga bahan bakar minyak non-subsidi yang berlaku sejak 1 Februari 2026.
"Berdasarkan komoditas penyumbang inflasi, emas perhiasan memberikan andil inflasi tertinggi pada Februari 2026 sebesar 0,21 persen. Selain itu cabai rawit, daging ayam ras, beras dan bawang merah juga menjadi penyumbang inflasi tertinggi," katanya.
Memasuki dua pekan pertama Ramadhan, angka inflasi naik 0,81 persen, padahal bulan kemarin masih deflasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!