- Home
-
- Luar Negeri
-
- Warga Berebut Bahan Bakar
Warga Berebut Bahan Bakar
Kamis, 05 Mar 2026, 02:30 WIBYANGON â Antrean panjang kendaraan yang menunggu pasokan bensin yang semakin menipis terjadi di Myanmar pada Rabu (4/3), dengan beberapa SPBU tutup karena stok bahan bakar menipis akibat perang di Timur Tengah.
Serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran selama akhir pekan dan perang yang lebih luas di seluruh Timur Tengah telah menghambat pasokan minyak dari wilayah yang kaya sumber daya tersebut dan menyebabkan harga global meroket.
Menurut data tahun 2024, Myanmar mengimpor 90 persen bahan bakar minyaknya, dan telah lama menderita akibat rantai pasokan energi yang rapuh karena perang saudara yang melanda negara itu sejak militer melakukan kudeta lima tahun lalu.
Junta militer telah mengumumkan bahwa separuh dari kendaraan pribadi akan dilarang beroperasi di jalan setiap hari, berdasarkan nomor plat kendaraan, mulai akhir pekan ini untuk menghemat bahan bakar.
Juru bicara junta, Zaw Min Tun, mengatakan pada Rabu bahwa Myanmar masih memiliki stok bahan bakar yang cukup untuk 40 hari.
âPembatasan lalu lintas dimaksudkan untuk memastikan negara kita mampu mengatasi kesulitan minyak yang dihadapi dunia dengan menggunakannya secara sistematis," ucap Min Tun dalam pesan audio kepada wartawan.
Namun di kota terbesar Yangon, jurnalis AFP melihat sekitar 50 kendaraan mengantre di luar lima SPBU yang mereka kunjungi pada Rabu. Sebuah SPBU di selatan Yangon ditutup, dengan pemberitahuan tulisan tangan yang memberitahu pelanggan bahwa truk tangki bahan bakar sedang mengantre untuk berlabuh di pelabuhan dan penjualan bensin ditangguhkan sampai mereka tiba.
Sementara itu di Thailand pemerintahnya mengatakan telah mengamankan pasokan minyak untuk dua bulan ke depan tetapi akan menangguhkan ekspor untuk menghemat cadangannya.
Di tempat lain di kawasan itu, SPBU di ibu kota Laos yang mengimpor hampir seluruh minyak dan bensinnya dari Thailand, juga terpantau dipenuhi antrean kendaraan yang berhenti sejak Senin (2/3) lalu.
Bangkok dengan cepat mengumumkan pengecualian untuk Laos hingga meredakan pembelian besar-besaran, dan pada Rabu pagi antrean mobil dan sepeda motor telah menghilang dari halaman depan SPBU di Vientiane.
Namun di kota perbatasan Myanmar, Tachileik, reporter AFP melihat tanda-tanda pasokan lintas batas dari Thailand telah terputus dengan beberapa stasiun bensin ditutup pada hari Rabu setelah lonjakan harga hingga tiga kali lipat sehari sebelumnya.
Di luar gerbang sebuah SPBU yang tutup, puluhan pengendara sepeda motor terlihat masih mengantre dengan penuh harap.
Kendaraan listrik, bus, taksi, kendaraan angkutan barang, layanan darurat, dan truk sampah akan dikecualikan dari aturan baru junta, tetapi belum jelas bagaimana aturan tersebut akan ditegakkan mengingat sebagian besar wilayah negara berada di tangan faksi pemberontak. AFP/I-1
Berita Terkait:
-
Bocoran GTA 6 Makin Gila dari Cyberleek, Tapi 6 Fitur Penting Ini Malah Masih Misterius
-
Atlet Panjat Tebing Indonesia Lolos ke Semifinal World Climbing Series Koper di Slovenia
-
Dari Hobi Tulis Diary, Tiga Sutradara Perempuan Ini Sukses Guncang Bioskop Indonesia
-
Raja Ampat Wajibkan Pelajar Menabung Lewat Gerakan Noken-Kapowen
-
Serial 'Spider-Noir' Musim 2 Dibatalkan, Nicholas Cage Tetap Move On
-
Kapal Feri Terbakar di Lepas Pantai Filipina, 5 Orang tewas, 87 Hilang
-
Menkomdigi Minta Masyarakat Awasi Akurasi Data Digitalisasi Bansos
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.