Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaksel Temukan Takjil Berformalin dan Boraks selama Ramadan

📅 Kamis, 05 Mar 2026, 16:03 WIB | Oleh:
Jaksel Temukan Takjil Berformalin dan Boraks selama Ramadan Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Ket. Pemkot Jaksel bersama BPOM)menemukan formalin dan pewarna tekstil di pasar takjil Jalan Karya Utama, kawasan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/3).

JAKARYTA -- Petugas dari Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan menemukan sampel takjil mengandung formalin dan boraks selama pemeriksaan di bulan Ramadan 1447 Hijriah.

"Ditemukan 11 sampel positif formalin dan dua sampel mengandung boraks," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Jakarta Selatan, Fitria Ramdhita saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Fitria mengatakan, 13 sampel itu diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta dari total 644 sampel yang terdiri dari 544 sampel makanan dan 40 sampel minuman.

Sampel yang diketahui mengandung zat berbahaya tersebut ditemukan pada mi kuning dan kerupuk.

"Total sudah 644 sampel dari 318 tenant takjil di 10 kecamatan yang sudah kami periksa selama Ramadan sejak 23 Februari 2026," katanya.

Pihaknya juga menemukan takjil mengandung pewarna Rodhamin B dan "metanil yellow", namun masih terhitung aman untuk dikonsumsi.

Atas temuan tersebut, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan melakukan pembinaan kepada pedagang untuk tidak kembali berjualan takjil yang mengandung zat berbahaya.

"Kami melakukan pembinaan pada pedagang dan mengimbau untuk tidak menjual dagangan yang hasilnya positif," katanya.

Pengawasan makanan di pasar takjil diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya mengonsumsi makanan sehat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan mengerahkan satuan tugas (satgas) untuk mengawasi keamanan pangan.

Satgas tersebut merupakan gabungan dari unsur Suku Dinas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), bagian perekonomian wilayah setempat dan BPOM.

Pembentukan satgas itu bertujuan untuk memastikan seluruh pangan olahan di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) bebas dari zat berbahaya, seperti formalin, pewarna tekstil dan zat aditif lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.