Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Papua Tengah Tingkatkan Kolaborasi dan SDM untuk Percepat Eliminasi Malaria

📅 Rabu, 04 Mar 2026, 19:30 WIB | Oleh:
Dinkes Papua Tengah Tingkatkan Kolaborasi dan SDM untuk Percepat Eliminasi Malaria Doc: Antara Foto
Ket. Plt Kepala Dinkes Papua Tengah dr. Agus (kanan) bersama PJ Program Malaria Dinkes Papua Tengah Yenice Derek.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah mengoptimalkan kolaborasi lintas sektor, penguatan pelayanan serta peningkatan sumber daya manusia (SDM) guna mempercepat eliminasi malaria di wilayah tersebut.

Plt Kepala Dinkes Papua Tengah Agus di Nabire, Rabu, mengatakan seluruh pemangku kepentingan harus mendukung percepatan eliminasi malaria mengingat tingginya angka kasus di wilayah itu.

“Kolaborasi adalah cara jitu untuk mengurangi angka malaria. Kita harus tahu akar masalahnya agar bisa memutus rantai penularan,” ujarnya.

Ia menyebutkan sepanjang 2025, tercatat 204.068 kasus malaria di delapan kabupaten di Papua Tengah.

Kabupaten Mimika menjadi penyumbang kasus tertinggi dengan 190.597 kasus, diikuti Nabire 8.744 kasus, Puncak 3.025 kasus, dan Puncak Jaya 2.031 kasus.

Sementara itu, kasus relatif lebih rendah tercatat di Intan Jaya 334 kasus, Paniai 273 kasus, Deiyai 51 kasus, dan Dogiyai 13 kasus.

Menurut dia, tingginya kasus malaria dipengaruhi keberadaan nyamuk Anopheles sebagai vektor pembawa parasit Plasmodium, serta faktor lingkungan seperti curah hujan tinggi sepanjang tahun yang menyebabkan banyak genangan air sebagai tempat berkembang biak nyamuk.

“Kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat juga sangat berpengaruh dalam pengendalian malaria,” katanya.

Upaya penanganan dilakukan melalui strategi penemuan kasus dini dengan pemeriksaan aktif di masyarakat, penguatan surveilans malaria, optimalisasi pelaporan melalui Sistem Informasi Surveilans Malaria (Sismal), integrasi program kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor.

Ia menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan darah massal, baik bagi warga yang sakit maupun tanpa gejala.

Untuk itu, diperlukan pelibatan tokoh masyarakat mulai dari tingkat RT/RW, kepala kampung, lurah, hingga distrik.

Penanggung Jawab Program Malaria Dinkes Papua Tengah Yenice Derek menambahkan untuk menekan malaria di Kabupaten Mimika diterapkan program bertajuk “Tempo Kas Tuntas” atau Tanggulangi Eliminasi Malaria melalui Pemeriksaan Darah dan Obat serta Pemantauan Kepatuhan Pengobatan sampai Tuntas.

Program tersebut mencakup pemeriksaan darah secara aktif dari rumah ke rumah, pemetaan dan pengendalian vektor melalui larvasida, modifikasi lingkungan, penyemprotan IRS dan fogging, pelatihan tenaga mikroskopis, advokasi tokoh masyarakat, serta pembagian kelambu massal.

Sementara di Nabire, fokus kegiatan meliputi pelatihan tenaga mikroskopis, penguatan penemuan kasus dini di fasilitas kesehatan, peningkatan kualitas surveilans Sismal, kegiatan promotif dan preventif seperti sosialisasi penggunaan kelambu, serta koordinasi lintas program dan sektor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.