Polisi turun Tangan, Pengendara Lawan Arus di Jalan Raya Bekasi Lebih Galak Saat Ditegur, Warga: Ujungnya Ribut
📅 Senin, 02 Mar 2026, 17:22 WIB | Oleh: AlfredMeski demikian, pihaknya memastikan pengawasan tetap berjalan secara rutin setiap pagi.
Dalam penanganannya, Satlantas masih mengedepankan pendekatan persuasif berupa teguran langsung kepada pelanggar.
Namun untuk sanksi tilang, sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tetap diberlakukan bagi pengendara yang terekam kamera pengawas.
Selain penempatan personel, polisi juga melakukan pengaturan ketika terjadi gangguan fasilitas lalu lintas, seperti lampu lalu lintas yang tidak berfungsi normal. Kondisi ini dinilai dapat memperparah pelanggaran jika tidak segera ditangani.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, Eko mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dan tidak memaksakan diri melawan arus hanya demi menghemat waktu.
Dia juga menegaskan keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama, terutama di tengah tingginya volume kendaraan pada jam sibuk pagi hari.
"Keselamatan itu yang utama. Jangan sampai karena terburu-buru, justru membahayakan diri sendiri dan orang lain," tegas Eko.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seperti diketahui, beberapa warga sekitar mengeluhkan pengendara yang kerap melawan arah di Jalan Raya Bekasi, tepatnya di wilayah Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, sehingga memicu kecelakaan.
"Lawan arah itu dari dulu, bukan hal baru. Sudah sering banget pengendara lawan arah. Padahal, itu membahayakan pengendara lain yang sudah benar di jalurnya," kata seorang warga setempat, Hambali (63) di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, Senin.
Dia mengatakan pelanggaran lalu lintas tersebut bukanlah hal baru. Menurut dia, hampir setiap hari, ada saja pengendara sepeda motor yang nekat melawan arus demi mempersingkat waktu tempuh.
Selain itu, kecelakaan akibat pengendara melawan arah juga kerap terjadi. Insiden yang paling sering terjadi, yakni tabrakan antarsepeda motor hingga pengendara tersenggol kendaraan lain akibat jarak yang terlalu sempit.
Akan tetapi, kata Hambali, niat baik untuk membantu korban kecelakaan tak jarang justru berujung cekcok.
Dia pun mengakui pengendara yang bersalah terkadang tidak terima apabila ditegur dan malah bersikap agresif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!