Air Terjun Terinting, sang Pemecah Kesunyian Pedalaman Landak
📅 Jumat, 27 Feb 2026, 07:25 WIB | Oleh: Haryo BronoDalam beberapa tahun terakhir, Terinting mulai dikenal lebih luas melalui media sosial. Foto-foto air terjun yang dramatis dengan latar hutan hijau pekat menarik minat pelancong domestik. Namun, lonjakan kunjungan belum sampai pada tahap mass tourism. Fasilitas pendukung masih sederhana: area parkir terbatas, warung kecil milik warga, dan jalur trekking yang sebagian masih alami.
Di satu sisi, kondisi ini menghadirkan pengalaman autentik bagi pengunjung yang mencari suasana sunyi dan petualangan. Di sisi lain, minimnya infrastruktur juga menghadirkan tantangan keselamatan dan pengelolaan sampah. Air terjun dengan arus deras, terutama saat musim hujan, menyimpan risiko jika tidak diawasi dengan baik.
Pemerintah daerah dan masyarakat setempat menghadapi dilema klasik: bagaimana meningkatkan akses dan kenyamanan tanpa merusak karakter alami yang justru menjadi daya tarik utama. Pengelolaan berbasis komunitas sering disebut sebagai pendekatan ideal di mana warga lokal menjadi pelaku utama sekaligus penjaga kelestarian.
Sebagai bagian dari lanskap hutan Kalimantan, kawasan sekitar Terinting berada dalam ekosistem yang sensitif. Perubahan tata guna lahan, pembukaan hutan untuk perkebunan, dan aktivitas ekstraktif dapat berdampak pada kualitas air dan stabilitas tanah. Air terjun bergantung pada keseimbangan hulu sungai; jika hulu terganggu, debit dan kejernihan air ikut berubah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Itulah sebabnya keberlanjutan Air Terjun Terinting tak bisa dipisahkan dari kebijakan lingkungan yang lebih luas. Ia bukan entitas terisolasi, melainkan bagian dari jaringan ekologis yang saling terhubung.
Air Terjun Terinting menawarkan lebih dari sekadar panorama untuk diabadikan. Ia menghadirkan pengalaman ruang—ruang untuk mendengar kembali suara alam tanpa gangguan mesin, ruang untuk merasakan percikan air dingin yang turun dari ketinggian, ruang untuk memahami bahwa keindahan sering kali tersembunyi jauh dari pusat keramaian.
Di tengah arus wisata modern yang kerap mengejar kemudahan dan kemasan, Terinting tetap sederhana. Tidak ada lampu sorot warna-warni atau wahana buatan. Yang ada hanyalah air, batu, dan hutan elemen dasar yang membentuk wajah Kalimantan selama berabad-abad.
Di Serimbu, air jatuh tanpa henti, musim berganti tanpa upacara. Namun bagi siapa pun yang menempuh perjalanan hingga ke sana, gemuruh Air Terjun Terinting akan tinggal lebih lama dari sekadar kunjungan singkat sebagai pengingat bahwa di jantung hutan, alam masih berbicara dengan suaranya sendiri.
Dari pusat Kota Pontianak, Ibu Kota Kalimantan Barat, perjalanan pertama yang harus ditempuh adalah menuju Ngabang, Ibu Kota Kabupaten Landak dengan jarak tempuh darat kurang lebih 4-5 jam. Baik menggunakan mobil atau motor.
Setelah dari Ngabang, perjalanan lanjut ke Serimbu dan pos peristirahatan kurang lebih 2 jam. Tari pos peristirahatan Serimbu, perjalanan dilanjutkan dengan trekking kurang lebih 6-7 jam menuju Riam Terinting.
Sepanjang jalur trekking, wisatawan akan disuguhi keindahan Desa Jambu Tembawang atau Desa Engkangin, hingga hutan alami Kalimantan di sepanjang jalur yang dilalui. Oleh karenanya wajib bagi wisatawan menyewa guide lokal dari penduduk setempat untuk memandu perjalanan agar tidak tersesat di hutan belantara.
Saat ini, tidak ada biaya atau tiket masuk yang harus dikeluarkan saat mengunjungi di sekitar Riam Terinting termasuk ke air terjunnya atau gratis. Wisatawan hanya wajib menyiapkan biaya guide lokal yang harganya sesuai kesepakatan bersama.
Air Terjun Terinting memang sangat memukau untuk dikunjungi. Keindahannya yang memikat dibarengi dengan tantangan untuk mencapainya. Bagi yang menyukai tantangan tentu saja destinasi ini wajib dijadikan salah satu list saat mengunjungi di Kalimantan Barat. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!