Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Air Terjun Terinting, sang Pemecah Kesunyian Pedalaman Landak

📅 Jumat, 27 Feb 2026, 07:25 WIB | Oleh:
Air Terjun Terinting, sang Pemecah Kesunyian Pedalaman Landak Doc: Foto: Sisparnas
Ket. Air Terjun Terinting Di Desa Engkangin Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak.

BERADA di pedalaman Kalimantan Barat, Air Terjun Terinting dikelilingi oleh hutan yang sangat lebat. Lokasinya jauh dari keriuhan kota menjadikan destinasi ini tempat yang tepat untuk menikmati kesunyian di Kabupaten Landak.

Daya tarik dari air jatuh itu adalah dari tebing batu setinggi sekitar 50 meter. Lokasinya berada pada ketinggian 500 meter di atas permukaan laut (mdpl) membuat udara di sekitar air terjun yang dipenuhi dengan vegetasi rapat menjadi kian sejuk.

Derasnya air yang jatuh di sini memecah sunyi hutan tropis Kalimantan dengan gemuruh yang bergema hingga ke sela-sela akar dan dedaunan. Di sanalah Air Terjun Terinting berdiri sebuah lanskap liar yang masih menyisakan rasa petualangan di tengah arus modernisasi.

Beralamat di Desa Sempatung Lawek, Kecamatan Air Besar, berjarak cukup jauh dari pusat kota Kabupaten Landak (Ngabang), diperkirakan mencapai lebih dari 100-150 km, dengan waktu tempuh berkendara 4-5 jam ke area Serimbu, diikuti perjalanan trekking 6-7 jam. Sementara itu jaraknya dengan Kota Pontianak, berkisar antara 200 hingga 250 km lebih, dengan estimasi waktu tempuh darat sekitar 4-5 jam.

Air terjun ini terletak di kawasan Serimbu, ibu kota Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak. Untuk mencapainya, perjalanan darat dari Pontianak bisa memakan waktu berjam-jam, menembus jalan berkelok, perkampungan Dayak, dan bentang hutan sekunder yang masih lebat. Akses yang tidak sepenuhnya mudah itulah yang, paradoksnya, menjaga Terinting tetap alami.

Karakter Alam

Air Terjun Terinting bukan sekadar satu tirai air tunggal. Ia hadir dalam formasi bertingkat, dengan aliran yang menyebar melewati bebatuan besar berlumut sebelum berkumpul di kolam alami di bagian bawah. Pada musim hujan, debit air meningkat drastis, menciptakan pemandangan spektakuler: air berwarna putih susu menghantam batuan gelap, memercikkan kabut halus yang membasahi vegetasi sekitar.

Di musim kemarau, alirannya lebih tenang, memperlihatkan detail struktur batuan dan jalur air yang berkelok. Pengunjung dapat melihat bagaimana air mengikis permukaan batu selama ratusan, bahkan ribuan tahun, membentuk cekungan dan lekukan alami. Di sekelilingnya, hutan tropis menghadirkan kanopi rapat tempat burung dan serangga hutan membangun ekosistem yang hidup.

Suara air di Air Terjun Terinting bukan sekadar latar, melainkan narasi. Ia mengiringi langkah pengunjung yang menuruni jalur tanah dan akar pohon. Tidak ada panggung beton besar atau pagar besi berkilau; yang ada hanyalah jalur sederhana dan alam yang relatif belum tersentuh.

Jejak Budaya

Bagi masyarakat sekitar Serimbu, air terjun ini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan bagian dari ruang hidup. Wilayah ini didominasi komunitas Dayak yang sejak lama hidup berdampingan dengan hutan. Sungai dan air terjun menjadi sumber air, ruang sosial, sekaligus lanskap spiritual.

Cerita-cerita lokal kerap menyertai tempat-tempat seperti Terinting. Meski tidak selalu terdokumentasi dalam buku sejarah, narasi lisan tentang roh penjaga hutan atau pantangan tertentu menjadi bagian dari cara masyarakat memaknai alam. Hubungan ini bukan romantisme semata, melainkan refleksi dari ketergantungan nyata terhadap ekosistem sekitar.

Serimbu sendiri berkembang sebagai pusat kecamatan yang relatif kecil, dengan aktivitas ekonomi bertumpu pada pertanian, perkebunan, dan perdagangan lokal. Kehadiran Air Terjun Terinting membuka peluang ekonomi tambahan melalui pariwisata, meski skalanya masih terbatas.

Pariwisata yang Tumbuh Perlahan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.