Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bapas Malang Gandeng Pemkot Batu: Penjara Bukan Lagi Satu-satunya Jalan, Ini Syaratnya

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 17:15 WIB | Oleh:
Bapas Malang Gandeng Pemkot Batu: Penjara Bukan Lagi Satu-satunya Jalan, Ini Syaratnya Doc: ANTARA/HO-Bapas Kelas I Malang
Ket. Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Malang Karto Rahardjo (kiri) dan Wali Kota Batu Nurochman (kanan) menandatangani nota kesepakatan dan kesepahaman pelaksanaan pidana kerja sosial di Kantor Bapas Kelas I Malang, di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (26/2).

MALANG - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Malang resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Batu untuk mengimplementasikan pidana kerja sosial sebagai salah satu sanksi alternatif dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional.

Langkah ini menandai pergeseran paradigma hukum, di mana penjara bukan lagi menjadi satu-satunya solusi bagi pelaku tindak pidana ringan.

Kepala Bapas Kelas I Malang Karto Rahardjo seusai penandatangan kerja sama pelaksanaan pidana kerja sosial dengan Pemkot Batu di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, mengatakan pelibatan pemerintah daerah untuk memudahkan proses alokasi lokasi maupun kegiatan bagi setiap orang yang didakwa pidana kerja sosial.

"Penandatanganan nota kesepakatan dan kesepahaman dalam rangka menjalankan pidana kerja sosial sudah dilakukan dalam rangka menentukan titik mana saja yang akan dialokasikan untuk pidana kerja sosial," kata Karto.

Selain Kota Batu, Bapas Kelas I Malang telah terlebih dahulu menjalin kerja sama dengan enam daerah lain di wilayah kerja lembaga tersebut, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, dan Kota Malang.

Dia menjelaskan penerapan pidana kerja sosial merupakan alternatif, sehingga tidak semua terdakwa bisa dijatuhi sanksi tersebut.

Merujuk Pasal 85 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), pidana kerja sosial dapat dijatuhkan kepada terdakwa yang diancam dengan pidana penjara kurang dari 5 tahun dan hakim menjatuhkan pidana penjara paling lama 6 enam bulan atau pidana denda paling banyak kategori II.

Kemudian, di Pasal 85 ayat (2) dijelaskan bahwa dalam menjatuhkan pidana kerja sosial hakim wajib mempertimbangkan pengakuan terdakwa terhadap tindak pidana yang dilakukan, kemampuan kerja, persetujuan terdakwa, dan riwayat kerja sosial terdakwa.

Selanjutnya, pelindungan keselamatan kerja terdakwa, agama, kepercayaan dan keyakinan politik terdakwa, serta kemampuan terdakwa membayar pidana denda.

Pasal 85 ayat (4) menyebutkan pidana kerja sosial paling singkat berjalan delapan jam dan paling lama 240 jam dan ayat (5).

Lebih lanjut, Karto menyampaikan pidana kerja sosial diarahkan pada kegiatan yang berjalan di fasilitas umum milik pemerintah daerah.

Setiap terdakwa akan melakukan pidana tersebut sesuai domisilinya masing-masing.

Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman mengatakan implementasi kerja sosial di Kota Batu, salah satunya didorong ke arah kebersihan lingkungan maupun sosial.

"Contoh ketika ada program bedah rumah mereka bisa dilibatkan dan berbaur dengan masyarakat," kata Nurochman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

50 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.