BPS Bidik Ekonomi Digital dan Isu Lingkungan di Sensus Ekonomi 2026
📅 Rabu, 25 Feb 2026, 16:40 WIB | Oleh: Tim PenulisIa menjelaskan pendataan ekonomi lingkungan tidak hanya mencakup hasil produksi, tetapi juga input yang digunakan pelaku usaha dalam menjaga aspek lingkungan.
“Itu termasuk pengeluaran usaha untuk pengelolaan limbah, pengendalian polusi udara, hingga aktivitas ekonomi berbasis daur ulang,” tutur dia.
Sensus Ekonomi 2026 akan mencakup seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia, kecuali sektor pertanian, administrasi pemerintahan, serta aktivitas rumah tangga untuk konsumsi sendiri.
Pendataan akan dilakukan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota dengan dua metode, yakni Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) dan Computer Assisted Personal Interview (CAPI).
Sebaiknya Anda baca juga:
Metode CAWI dijadwalkan berlangsung pada 1–30 Mei 2026 untuk usaha besar yang memiliki alamat surat elektronik, sementara metode CAPI akan dilaksanakan pada 16 Mei hingga 31 Juli 2026 untuk usaha mikro, kecil, menengah, serta usaha besar yang belum memiliki email.
Melalui pemetaan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan tersebut, BPS menargetkan hasil Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!