Pameran Naskah Kuno di Perpustakaan Daerah Barito Utara
📅 Selasa, 24 Feb 2026, 23:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Muara Teweh - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dissiptaka) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar pameran naskah kuno yang mempunyai arti penting bagi kebudayaan daerah dan nasional, sejarah, dan ilmu pengetahuan.
"Kegiatan ini untuk mengenalkan, melestarikan dan mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, mengenai nilai-nilai luhur, budaya, serta jati diri bangsa yang terkandung dalam warisan intelektual masa lalu," kata Kepala Dissiptaka Barito Utara Fakhri Fauzi di Muara Teweh, Rabu.
Pameran yang digelar di Perpustakaan Daerah Barito Utara itu dilaksanakan pada 24 Februari-13 Maret 2026 atau pada Senin-Kamis jam 08.00 hingga 15.00 WIB dan Jumat pukul 08.00 - 15.30 WIB.
Menurut dia, naskah kuno yang ditampilkan, antara lain naskah kuno Al Quran per juz dan terjemahannya ditulis tangan oleh H M Tasin, naskah ini berusia 156 tahun atau ditulis tahun 1870.
Kemudian, dua naskah kuno khutbah Idul Fitri/Idul Adha yang menggunakan aksara atau bahasa Arab, naskah pertama ditulis tangan pria kelahiran Muara Teweh H Abdullah bin H.M Saleh, disalin pada Sabtu, 4 November 1933 atau 15 Rajab 1352 Hijriah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Naskah kedua ditulis H Abdul Aziz bin H Abdurrahim yang dikenal sebagai Penghulu Landraat Barito di Kalimantan serta Imam dan Khatib Masjid Jami Muara Teweh yang wafat pada 1943.
"Naskah khutbah yang ditulis H Abdul Aziz berumur 83 tahun dan naskah khutbah yang ditulis H Abdullah berusia 93 tahun," kata Fakhri didampingi Pustakawan Ahli Muda Dissiptaka Barito Utara Firdausi Nuzulla.
Fakhri mengatakan untuk dua naskah kuno khutbah Idul Fitri dan Idul Adha yang dimiliki H Ubaidillah Ahmad bin H A Bahagia tersebut sudah terdaftar ke portal digital Khasanah Pustaka Nusantara (Khastara) Perpustakaan Nasional RI dan mendapat nomor registrasi nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Untuk Al Quran dalam proses alih media untuk didaftarkan ke Khastara Perpusnas RI," ucapnya.
Tujuan lain pameran ini, kata dia, diharapkan masyarakat bersedia meminjamkan naskah kuno mereka untuk dialihmediakan (Digitalisasi) dan didaftarkan ke portal digital Khastara Perpusnas RI.
Khastara adalah portal web resmi milik Perpustakaan Nasional RI yang berfungsi sebagai perpustakaan digital khusus koleksi langka dan naskah kuno.
"Setelah proses alih media (digitalisasi) selesai, naskah fisik akan segera dikembalikan kepada pemilik dalam kondisi yang lebih bersih dan terawat," katanya.
Dia menjelaskan pendigitalisasian tersebut harus dilakukan, karena fisik naskah kuno yang rapuh dan mudah rusak ketika disentuh. Digitalisasi memiliki manfaat, yaitu untuk mengamankan isi naskah dari kepunahan agar generasi seterusnya tetap mendapatkan informasi dari ilmu-ilmu yang terkandung dari naskah tersebut.
Salah satu tujuan utama alih media adalah meningkatkan aksesibilitas. Dengan adanya alih media digital, naskah kuno Nusantara yang sebelumnya hanya bisa diakses di perpustakaan atau museum tertentu kini dapat diakses secara global melalui internet.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!