Kandang Ayam di Wonosari Malang Ambruk, Satu Pekerja Tewas
📅 Selasa, 24 Feb 2026, 14:24 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SURABAYA - Sebuah bangunan kandang ayam di Desa Sumbertempur, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, dilaporkan ambruk, mengakibatkan satu orang pekerja tewas, dan satu orang lainnya masih dalam proses pencarian. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.19 WIB itu juga mengakibatkan 3 orang mengalami luka-luka.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Purwoto menyampaikan laporan awal diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) sekitar pukul 09.20 WIB dari warga setempat.
"Pusdalops menerima laporan sekitar pukul 09.20 WIB dan langsung berkoordinasi dengan sumber informasi. Pada pukul 09.30 WIB laporan diteruskan kepada pimpinan untuk tindak lanjut, dan pukul 09.55 WIB tim sudah bergerak ke lokasi," ujar Purwoto dalam laporan tertulisnya, Selasa (24/2).
Berdasarkan hasil informasi awal di lapangan, Purwoto menjelaskan kandang ayam yang ambruk diketahui merupakan milik seorang warga bernama Wawan. Dugaan sementara, bangunan tersebut roboh akibat struktur kandang yang sudah lapuk sehingga tidak lagi mampu menopang beban.
"Akibat kejadian tersebut, lima orang pekerja yang berada di lokasi saat insiden terjadi menjadi korban," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Purwoto merinci, dari 5 orang korban tersebut sebanyak 3 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara 1 orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Serta 1 orang lainnya hingga laporan awal ini disusun, menurutnya masih belum ditemukan dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Selain menimbulkan korban jiwa, Purwoto mengatakan ambruknya kandang juga menyebabkan kerusakan pada bangunan serta ternak ayam yang berada di dalamnya. Namun demikian, hingga saat ini kerusakan dan nilai kerugian material masih dalam tahap asesmen oleh petugas.
"Hingga Selasa pukul 10.00 WIB, tim masih berada di lokasi untuk melakukan proses assessment lanjutan dan evakuasi. Kebutuhan mendesak di lokasi juga masih dalam proses pendataan oleh petugas," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!