Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

TVRI Berkomitmen Gerakkan Ekonomi Nasional Melalui Piala Dunia 2026

📅 Minggu, 22 Feb 2026, 15:56 WIB | Oleh:
TVRI Berkomitmen Gerakkan Ekonomi Nasional Melalui Piala Dunia 2026 Doc: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Ket. Warga menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia melawan Jepang pada laga lanjutan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia saat kegiatan nonton bareng di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/6/2025).

JAKARTA -- Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) berkomitmen untuk menggerakkan ekonomi nasional melalui siaran Piala Dunia 2026, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

"Arahan Bapak Presiden sangat jelas. Beliau meminta agar siaran Piala Dunia 2026 di TVRI mampu memberikan daya ungkit ekonomi, mulai dari pusat hingga ke pelosok daerah. Harapannya, euforia bola ini berbanding lurus dengan perputaran uang di masyarakat, sehingga tidak berhenti sebagai tontonan semata," ujar Koordinator Media Center Siaran Piala Dunia 2026 TVRI Ezki Suyanto, dikutip dari keterangan pers yang diterima di Jakarta, Minggu.

Menurut Ezki, Presiden Prabowo berpesan melalui Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno agar TVRI tidak hanya fokus pada aspek teknis penyiaran Piala Dunia 2026, tetapi juga memaksimalkan multiplier effect atau efek pengganda ekonomi.

Ezki memaparkan bahwa jangkauan luas TVRI sebagai televisi publik menjadi modal utama dalam mendistribusikan manfaat ekonomi ke berbagai lapisan.

Menurut dia, sektor industri kreatif dan periklanan akan merasakan dampak signifikan melalui peningkatan permintaan konten pendukung, produksi grafis, hingga jasa promosi.

Selain itu, sektor pariwisata dan perhotelan turut diuntungkan melalui aktivasi nonton bareng (nobar) resmi yang mampu menarik massa di titik-titik wisata.

Momentum itu diprediksi pula akan menggerakkan industri logistik dan manufaktur, khususnya yang berkaitan dengan produksi dan distribusi atribut tim nasional serta merchandise bertema sepak bola.

Ezki juga menekankan bahwa perhatian utama pemerintah dan TVRI tertuju pada pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).

Menurutnya, ajang Piala Dunia adalah "panen raya" bagi pedagang kecil jika dikelola dengan manajemen penyiaran yang inklusif.

"Bagi pelaku UMK, manfaatnya sangat nyata. Kita bicara tentang pedagang makanan dan minuman di sekitar lokasi nonton bareng selama turnamen berlangsung," tutur Ezki.

Dia menambahkan bahwa dengan adanya regulasi nonton bareng yang terukur namun tetap mendukung ekonomi kerakyatan, TVRI berharap muncul pusat-pusat ekonomi baru di tingkat desa atau kelurahan setiap kali pertandingan berlangsung.

"TVRI hadir sebagai jembatan. Kami memegang hak siar ini untuk rakyat. Dengan jangkauan sinyal kami yang luas, kami ingin memastikan pedagang kopi di pelosok Kalimantan atau penjual gorengan di pegunungan Papua juga merasakan manisnya ekonomi Piala Dunia,” kata Ezki.

Piala Dunia 2026 akan digelar pada 11 Juni-19 Juli di tiga negara yakni Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Di Indonesia, seluruh pertandingan turnamen akbar sepak bola dunia itu akan ditayangkan oleh TVRI sebagai pemegang hak siar resmi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.