Pasar Takjil Savana Tulungagung Bidik Cuan Rp2 Miliar Selama Ramadhan
📅 Minggu, 22 Feb 2026, 22:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO - Soleh
TULUNGAGUNG – Suasana sore di GOR Lembu Peteng, Tulungagung, Jawa Timur, terasa lebih semarak selama Ramadhan 2026. Sebanyak 350 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumplek blek meramaikan Pasar Takjil Sentra Aneka Variasi Takjil Nusantara (Savana) jilid 2.
Beragam menu berbuka tersaji, mulai dari jajanan tradisional, minuman segar, hingga kudapan kekinian yang menggoda selera. Pengunjung tak hanya datang untuk berburu takjil, tapi juga menikmati suasana ngabuburit yang hangat dan penuh warna.
Para pelaku UMKM pun memanfaatkan momen Ramadhan ini untuk mendongkrak penjualan. Harapannya, perputaran ekonomi selama gelaran Savana jilid 2 bisa menembus lebih dari Rp2 miliar. Angka yang tak kecil, dan menjadi suntikan semangat bagi para pedagang lokal.
Bagi warga Tulungagung, pasar takjil ini bukan sekadar tempat belanja makanan berbuka. Ia menjadi ruang temu, tempat cerita-cerita kecil tentang usaha dan harapan bertumbuh di bulan penuh berkah.
Koordinator Savana Tulungagung Haris Mukti, Sabtu (22/2), mengatakan pasar takjil tersebut mulai digelar pada Jumat (20/2) hingga 18 Maret 2026 dan beroperasi pukul 16.00–22.00 WIB.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tahun ini kami menargetkan perputaran ekonomi bisa mencapai Rp2 miliar lebih karena jumlah pedagang dan konsep acara lebih besar dibanding tahun lalu," kata Haris, Minggu.
Ia menjelaskan Pasar Takjil Savana pertama kali digelar pada Ramadhan 2025 di Pasar Wage Tulungagung dengan total omzet sekitar Rp1,1 miliar dan diikuti sekitar 100 pedagang.
Namun berdasarkan hasil evaluasi, lokasi dipindahkan ke GOR Lembu Peteng untuk menghindari kemacetan dan persoalan parkir yang sempat terjadi pada penyelenggaraan sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Haris, meski awalnya pedagang khawatir lokasi baru akan sepi pengunjung, pelaksanaan hari pertama justru dipadati masyarakat yang berburu takjil.
Total pedagang yang berpartisipasi tahun ini mencapai 350 pelaku usaha, lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Selain kuliner, kegiatan juga diramaikan wahana permainan rakyat serta UMKM nonkuliner.
Untuk penggunaan lokasi, para pedagang secara kolektif menyewa area GOR Lembu Peteng senilai Rp21 juta selama satu bulan.
Setiap pedagang berkontribusi iuran sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu sesuai kesepakatan bersama.
Haris berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pusat jajanan berbuka puasa, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal dan meningkatkan pendapatan UMKM selama Ramadhan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!