Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kalah dari Persija Pelatih PSM Makassar Permasalahkan VAR Tak Aktif, Ada-ada Saja

📅 Sabtu, 21 Feb 2026, 07:04 WIB | Oleh:
Kalah dari Persija Pelatih PSM Makassar Permasalahkan VAR Tak Aktif, Ada-ada Saja Doc: Antara
Ket. Tim dan Pelatih PSM saat konferensi pers usai pertandingan.

JAKARTA - Pelatih PSM Makassar Thomas Trucha menyoroti tidak berfungsinya video assistant referee (VAR) sekaligus menilai timnya pantas membawa pulang setidaknya satu poin meski kalah 1-2 dari Persija Jakarta pada pertandingan BRI Super League di Jakarta International Stadium, Jumat.

Dalam jumpa pers usai pertandingan, Thomas menyayangkan absennya VAR pada laga yang mempertemukan dua tim besar tersebut. Ia mengungkapkan bahwa timnya baru mendapat informasi VAR tidak aktif saat pemanasan.

“Kami diinformasikan saat pemanasan bahwa VAR tidak aktif dan sedang diperbaiki. Kami menunggu hingga pertandingan berjalan, bahkan sampai jeda babak pertama, tetapi tidak ada kepastian,” kata Thomas.

Menurut dia, ketidakaktifan VAR membuat jalannya pertandingan menjadi berbeda, tidak hanya bagi kedua tim, tetapi juga bagi perangkat pertandingan dalam mengambil keputusan.

Ia menilai penggunaan VAR seharusnya konsisten di setiap pertandingan demi menjaga asas keadilan kompetisi.

“Jika VAR sudah digunakan di liga, maka seharusnya semua pertandingan setiap pekan menggunakan VAR. Ini penting untuk fair play,” ujarnya.

Selain menyoroti perangkat pertandingan, Thomas juga menilai timnya tampil kompetitif dan memiliki peluang untuk mengamankan hasil imbang.

“Para pemain tentu kecewa karena kami punya peluang minimal untuk mendapatkan satu poin. Sepak bola soal memaksimalkan peluang. Kami melakukan satu kesalahan dan langsung dihukum,” katanya.

Pelatih asal Ceko tersebut menambahkan bahwa secara permainan, PSM mampu memberikan perlawanan yang baik, terutama melalui perubahan pendekatan taktik.

Ia menjelaskan bahwa timnya sengaja tampil lebih agresif dengan menekan tinggi sejak awal, berbeda dengan pendekatan bertahan yang diterapkan pada pertemuan sebelumnya.

“Kami memulai pertandingan dengan baik dan mencoba menekan lebih tinggi. Mungkin mereka tidak mengharapkan itu, dan dalam beberapa momen tekanan tersebut bekerja dengan baik,” ujarnya.

Menurut Thomas, tekanan yang diberikan sempat membuat lawan berada dalam situasi sulit, meski pada akhirnya Persija mampu mengemas gol penentu kemenangan pada babak kedua.

Terkait banyaknya duel keras dan pemain yang terjatuh selama pertandingan, ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan disebabkan oleh kondisi lapangan.

“Lapangan tidak sempurna, tetapi cukup baik untuk bermain. Banyaknya duel terjadi karena intensitas pertandingan dan tekanan yang kami berikan,” kata Thomas. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

50 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.