Bangkit dari Banjir! 98 Persen UMKM Aceh Tamiang Kembali Beroperasi
Jumat, 20 Feb 2026, 04:50 WIBACEH TAMIANG â Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Aceh Tamiang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah diterpa banjir bandang yang sempat melumpuhkan aktivitas produksi dan distribusi.
Pelaku usaha mikro dan kecil kini kembali membuka lapak, memperbaiki peralatan yang rusak, serta menata ulang rantai pasok yang sebelumnya terputus.
Kebangkitan ini menandakan daya lenting (resilience) ekonomi lokal yang cukup kuat, terutama karena UMKM menjadi tulang punggung perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Meski demikian, proses pemulihan belum sepenuhnya stabil. Tantangan permodalan, turunnya daya beli warga terdampak, hingga kerusakan infrastruktur masih menjadi faktor penghambat.
Karena itu, dukungan pembiayaan, relaksasi kredit, serta percepatan rehabilitasi infrastruktur menjadi krusial agar geliat UMKM tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih kokoh.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Aceh Tamiang Ibnu Azis melaporkan sekitar 98 persen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai aktif pascabencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada November 2025.
âKami tengok sudah hampir 98 persen aktif menyeluruh, baik itu pajak (pasar) di Kota Kuala Simpang, maupun pajak (pasar) pagi yang berjualan,â ucap Azis ketika ditemui di Kompleks GOR Aceh Tamiang, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (20/2).
Azis menyampaikan UMKM yang sudah aktif meliputi industri makanan, pedagang hasil laut seperti ikan, dan lain-lainnya. Menurut dia, pemulihan aktivitas UMKM di kawasan Aceh Tamiang tergolong cepat, sebab pada pekan pertama pascabanjir bandang, seluruh UMKM lumpuh.
âMinggu pertama pascabanjir memang tidak ada aktivitas, tetapi sampai tiga bulan ini, kami lihat sudah mulai aktif hampir 100 persen,â kata Azis.
Dalam kesempatan tersebut, Azis juga mengungkapkan tingginya lonjakan jumlah UMKM di kawasan Aceh Tamiang. Pada 2024, Aceh Tamiang mendata terdapat 15.073 UMKM yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Kemudian, pascabanjir, terdata kurang lebih 40 ribu UMKM di kawasan Aceh Tamiang yang terdampak banjir.
âInstruksi Pak Bupati, UMKM harus bangkit dan perekonomian harus jalan,â tutur Azis.
Pemerintahan Aceh Tamiang pun menghadirkan bazaar Ramadhan untuk membangkitkan UMKM yang terdampak bencana banjir bandang.
Azis menyampaikan telah menyiapkan dua titik untuk menggelar bazaar Ramadhan. Selain di Kompleks GOR Aceh Tamiang, ia juga menyiapkan satu titik lagi di Kota Kuala Simpang.
Selain menyediakan ruang untuk berjualan, Diskoperindag juga memberikan pelatihan-pelatihan kepada pelaku UMKM, mendata pelaku-pelaku UMKM untuk kemudian diberikan bantuan dari kementerian dan lembaga terkait.
âDalam beberapa hari ke depan, kami juga akan melaksanakan sosialisasi masalah pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat) kepada masyarakat, baik pinjaman yang 0 persen, 3 persen, 6 persen, dan seterusnya,â ucap Azis.
- UMKM
- Aceh Tamiang
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
DPRD DKI Jakarta: Zebra Cross Kreatif Seperti di Tebet Bisa Diterapkan, Asal Terukur
-
Empat Orang Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Pejagan-Tegal
-
Amartha Soroti Pentingnya Kesehatan Finansial bagi UMKM dan Ekonomi Akar Rumput
-
Dampingi Presiden Salat Id di Aceh Tamiang, Menteri PU Pastikan Rumah Hunian Telah Ditempati
-
Koperasi Disiapkan Jadi Rumah Dagang Baru bagi UMKM
-
BGN Wajibkan Pengawasan Limbah MBG Tiap 3 Bulan, Tekan Risiko Pencemaran Lingkungan
-
Waspada! BMKG Prediksi Banjir Rob dan Hujan Ekstrem di Jawa Barat Saat Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.