Dari Modal Rp5 Juta, Mama Khas Banjar Tumbuh Jadi Pusat Oleh-Oleh Berkat Digitalisasi
Kamis, 16 Jul 2026, 19:36 WIBÂ Usaha oleh-oleh khas Kalimantan Selatan, Mama Khas Banjar, berhasil mengembangkan bisnisnya dari skala rumahan menjadi pusat oleh-oleh yang mempekerjakan belasan karyawan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh pemanfaatan platform digital, sistem pembayaran nontunai, serta akses pendanaan digital yang mendukung pengembangan usaha.
Mama Khas Banjar didirikan pada 2020 di Banjarmasin oleh pasangan suami istri Firli Norachim dan Ani Andriani, saat pandemi Covid-19 melanda. Berbekal modal awal sebesar Rp5 juta dari hasil menjual tabungan emas, keduanya memulai usaha dari sebuah rumah kontrakan dengan mengolah hasil laut nelayan di Kotabaru dan Pelaihari.
Firli mengatakan keterbatasan modal, tenaga, dan waktu tidak menghalangi mereka untuk membangun usaha. Kekurangan yang dialami tidak membuat ia berhenti berusaha.
"Dulu, modal, tenaga, dan waktu kami sangat terbatas. Namun, keterbatasan itu bukan alasan untuk berhenti," ujar Firli.
Pada awal usaha, Firli dan istrinya masih bekerja sebagai karyawan di sektor farmasi dan kosmetik. Setelah pulang bekerja, keduanya mengemas produk dan melayani pesanan pelanggan.
Seiring meningkatnya permintaan, kapasitas produksi ikan asin yang semula hanya sekitar 20 kilogram per bulan kini meningkat menjadi 1â2 ton per bulan. Produk yang ditawarkan pun semakin beragam, mulai dari abon ikan, amplang, sambal, sirup khas daerah, dodol, hingga makanan beku (frozen food).
Perkembangan tersebut juga mendorong ekspansi usaha. Dari rumah kontrakan, Mama Khas Banjar kemudian menyewa ruko, membuka dua gerai resmi, dan kini mempekerjakan 17 karyawan.
Manfaatkan Platform Digital
Pandemi menjadi momentum bagi Mama Khas Banjar untuk memperluas pemasaran melalui kanal digital. Selain memanfaatkan berbagai marketplace, usaha tersebut bergabung sebagai mitra pedagang (merchant) GrabMart pada 2023.
Menurut Firli, kehadiran di platform digital membantu produknya menjangkau pelanggan dari berbagai daerah, termasuk di luar Kalimantan.
"Sebagai pelaku UMKM, kita harus berani berinovasi. Kami masuk ke GrabMart, menambah katalog, dan mengikuti promo. Ternyata pelanggan suka karena bisa memesan lewat aplikasi dan barang langsung diantar," katanya.
Selain memperluas pasar, digitalisasi juga diterapkan pada sistem pembayaran melalui QRIS OVO. Firli menilai sistem tersebut mempermudah proses transaksi karena setiap pembayaran dapat terverifikasi secara real-time, sehingga mempercepat proses pembukuan dan mengurangi potensi kesalahan pencatatan.
Akses Pendanaan untuk Ekspansi
Pertumbuhan usaha membuat kebutuhan modal semakin besar, terutama untuk menambah stok barang dan mengembangkan produk baru. Firli kemudian memanfaatkan fasilitas pendanaan GrabModal Mantul by OVO Finansial, yang ditujukan bagi mitra merchant di ekosistem Grab. Tambahan modal tersebut digunakan untuk mengembangkan produk, termasuk menghadirkan ikan asin dalam kemasan khusus oleh-oleh.
"Dengan adanya tambahan modal, kami bisa membeli lebih banyak barang untuk dijual kembali. Kalau stok tersedia, penjualan bisa meningkat dan pada akhirnya usaha juga bisa terus berkembang. Ditambah lagi, skema pemotongan harian sangat membantu. Kami tidak perlu memikirkan cicilan bulanan atau tanggal jatuh tempo secara manual. Kami cukup fokus menjaga penjualan harian," ujar Firli.
Grab menyebut hingga saat ini lebih dari 445.000 mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang terdiri atas merchant dan mitra pengemudi di seluruh Indonesia, telah memperoleh akses pendanaan melalui GrabModal dengan total penyaluran melebihi Rp6 triliun sejak layanan tersebut diluncurkan.
Melalui GrabModal Mantul by Ovo Finansial, pelaku usaha dapat mengakses pendanaan yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan proses pengajuan yang cepat serta skema pembayaran harian.
Sebelumnya, Mama Khas Banjar juga mengikuti program Kota Masa Depan: Berani Digital di Banjarmasin yang diselenggarakan Grab, Ovo, dan Ovo Finansial. Program tersebut memberikan pendampingan mengenai strategi pengembangan usaha, digitalisasi, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Menurut perusahaan, setelah mengikuti program tersebut, transaksi harian Mama Khas Banjar melalui GrabMart meningkat hingga dua kali lipat.
Kisah Mama Khas Banjar menunjukkan bahwa pemanfaatan ekosistem digital, mulai dari pemasaran, pembayaran, hingga akses pendanaan, dapat membantu pelaku UMKM memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk kuliner lokal ke tingkat nasional.
- Banjarmasin
- Digitalisasi UMKM
- UMKM Naik Kelas
- grabmart
- UMKM
- UMKM Indonesia
- Pembayaran Digital
- Transformasi Digital
- Mama Khas Banjar
- GrabModal
- Ovo Finansial
- QRIS Ovo
- Kuliner Banjar
- Oleh-Oleh Kalimantan Selatan
- Pendanaan UMKM
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
UMKM Kewalahan Jalani Usaha? Ini Solusi Jitu yang Jarang Dilirik!
-
Telkom Perkuat Tata Kelola, Bekali Pimpinan Hadapi Risiko Hukum dalam Pengambilan Keputusan Bisnis
-
Siti Fauziah Dorong UMKM Berdaya Saing, Pasar Jadoel Reborn Pabelan Jadi Motor Ekonomi Rakyat
-
Ambisi Adopsi AI di Indonesia Terhambat Kesiapan Digital dan Pengalaman Karyawan
-
East Ventures: Transformasi Digital Indonesia Harus Berujung pada Nilai Ekonomi Nyata
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.