Kemensos Perkuat Verifikasi Bansos Melalui Teknologi Wajah
Minggu, 14 Jun 2026, 19:05 WIBJAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat digitalisasi penyaluran bantuan sosial melalui teknologi pengenalan wajah. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan ketepatan sasaran penerima manfaat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya data yang akurat. Menurut dia, kualitas data menentukan keberhasilan program bantuan sosial.
âKalau datanya tidak akurat, maka sasarannya juga tidak tepat. Karena itu, validasi data harus terus diperkuat,â kata Saifullah saat menerima audiensi jajaran GoTo di Jakarta, Jumat (12/6) lalu.
Menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu menyebut perlindungan sosial bertumpu pada tiga aspek. Ketiganya meliputi data akurat, sasaran tepat, dan Program Sekolah Rakyat.
Dalam audiensi bersama GoTo, Kemensos membahas pemanfaatan teknologi verifikasi digital. Salah satunya melalui sistem deteksi keaktifan wajah atau liveness detection.
Teknologi tersebut memastikan proses verifikasi dilakukan langsung penerima manfaat. Sistem mampu membedakan wajah asli dari foto atau rekaman video.
Kemensos menilai teknologi itu dapat memperkuat validasi penerima bantuan. Upaya tersebut sekaligus meminimalkan potensi penyalahgunaan data.
âKita dorong dan setujui penggunaan teknologi ini. Teknologi dapat membantu verifikasi penerima bantuan sosial,â ujar dia.
Pada tahap awal, GoTo mendukung lima juta proses verifikasi. Dukungan itu akan digunakan dalam uji coba digitalisasi bantuan sosial.
Layanan tersebut telah diuji sejak 2022 di 42 kabupaten dan kota. Tingkat keberhasilan verifikasi tercatat mencapai sekitar 98,4 persen.
Selain membahas bantuan sosial, Kemensos juga memperkenalkan Program Sekolah Rakyat. Program itu menyasar anak miskin, putus sekolah, dan terlantar.
âYang jelas saya butuh sistem yang aman. Sistem harus mendukung pengelolaan program secara akuntabel,â kata Gus Ipul. ils/I-1
Berita Terkait:
-
Biadab, Bapak Perkosa Anak Kandung di Probolinggo
-
Rencana TransJakarta Kelola Transportasi Kepulauan Seribu, Bunda Neneng Minta Nasib Nakhoda Kapal Tradisional Diperhatikan
-
Tiga Wamenkeu Diuji, Kualitas Keputusan Fiskal Jadi Taruhan
-
Korban Gempa NTT Masih Tinggal di Tenda Pengungsian
-
Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Tuna dan Udang Vannamei Laris di Pasar Global
-
Terindikasi Judol, 1.933 KPM di Sigi Sulteng Dicoret dari Daftar penerima Bansos
-
Sulut Ingin Punya Keluarga Berkualitas, Disdukcapil dan BKKBN Ungkap Strateginya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.