Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

War Takjil Telah Dimulai di Jalan Sabang pada Hari Pertama Puasa

📅 Kamis, 19 Feb 2026, 20:44 WIB | Oleh:
War Takjil Telah Dimulai di Jalan Sabang pada Hari Pertama Puasa Doc: ANTARA/Pamela Sakina
Ket. Suasana salah satu kios jajanan gorengan hingga minuman manis digandrungi pemburu takjil saat hari pertama bulan Ramadhan, di area Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Kamis (19/2).

JAKARTA - Apa agenda wajib menjelang magrib di hari pertama puasa Ramadan? ya berburu takjil, selalu punya rasa yang berbeda, ada semangat baru, ada harapan yang dipanjatkan, dan tentu saja berbagai ragam macam jenis makanan dan minuman yang benggugah selera berbuka puasa. 

Di Jalan H Agus Salim atau yang dahulu bernama Jalan Sabang, sejak Kamis (19./2) sore pukul 16.00 WIB, para pemburu takjil sudah mulai memadati beberapa kios, utamanya kios gorengan dan minuman manis menyegarkan.

Salah satu kios gorengan bahkan telah berbenah sekitar pukul 17.00 WIB karena dagangannya telah ludes diserbu pemburu takjil, umumnya karyawan kantoran di sekitaran Jalan Sabang.

Sepanjang jalan tercium wangi kolak pisang yang manis legit berbaur dengan aroma gorengan yang baru diangkat dari wajan, beradu pula dengan asap kendaraan bermotor yang memadati jalan.

Di sini, pemburu takjil dapat memboyong beberapa menu menarik, seperti yang paling banyak diburu yakni aneka gorengan, dilego sekitar 2 ribu rupiah hingga 3 ribu rupiah, komplit dengan menu pelengkapnya seperti bihun hingga mie.

Terdapat pula jajanan kue Lekker, siomay, batagor, Cimol Bojot Aa, hingga makanan khas Betawi rujak juhi, dan banyak lagi.

20260219204203_IMG_7461.jpeg

Suasana salah satu kios jajanan gorengan hingga minuman manis digandrungi pemburu takjil saat hari pertama bulan Ramadhan, di area Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Kamis (19/2). Antara/Pamela Sakina

Selain jajanan, berbagai minuman segar juga dijajakan lengkap, mulai dari kolak pisang, kolang kaling, biji salak, es cincau, dan berbagai minuman dingin lainnya, yang dijual kisaran 10-13 ribu rupiah.

Ada pula pilihan menu yang lebih sehat seperti minuman rempah Dawa yang langsung diracik ditempat, seperti wedang uwuh, temulawak madu, jahe kencur, hingga kopi hangat.

Salah satu penjual rujak juhi dari kios Juhi Sabang Kang Erwin, Sukaesih, mengatakan pada bulan Ramadhan, biasanya dagangannya dapat terjual lebih dari 100 porsi per hari.

Namun, meski pada hari pertama ini masih ramai, Sukaesih menyebut pengunjung tidak sebanyak pada bulan Ramadhan sebelum-sebelumnya.

“Biasanya kalau bulan puasa bisa habis 100 porsi. Cuma sekarang belum begitu ramai di hari pertama,” kata dia.

Selain di Jalan Sabang, berburu takjil saat Ramadan juga bisa menjadi pengalaman seru di beberapa titik favorit Jakarta Pusat, seperti di Pasar Benhil yang selalu ramai menjelang maghrib dengan aneka kolak, es buah, dan gorengan khas Nusantara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tumpukan sampah di Sungai Kalibaru Bogor

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Tumpukan sampah di Sungai K...
Ekonomi
BPOM temukan jutaan kosmeti...
Luar Negeri
Mendagri Pakistan Kinjungi ...
Ekonomi
Jasa Marga catatkan laba be...

Siswa belajar di tenda darurat

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Siswa belajar di tenda darurat
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.