Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wajah Baru Rinjani, Jalur Ekstrem Bakal Dipasang Pagar Pengaman, Masih Berani Mendaki?

📅 Kamis, 19 Feb 2026, 17:52 WIB | Oleh:
Wajah Baru Rinjani, Jalur Ekstrem Bakal Dipasang Pagar Pengaman, Masih Berani Mendaki? Doc: ANTARA/HO-TNGR NTB
Ket. Tim Balai TNGR saat melakukan survey lokasi jalur pendakian di kawasan Gunung Rinjani di Lombok, Kamis (19/2).

MATARAM - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Tenggara Barat (NTB) memanfaatkan masa penutupan awal tahun 2026 dengan melakukan survei menyeluruh di sejumlah jalur pendakian utama guna meningkatkan standar keselamatan dan kenyamanan.

Langkah strategis ini mencakup perencanaan pembangunan sarana pengaman seperti pemasangan railing di titik rawan, pembangunan shelter, hingga penelusuran sumber mata air di area Plawangan Sembalun.

Kepala Balai TNGR NTB, Budhy Kurniawan, menegaskan bahwa seluruh pengembangan fasilitas ini berbasis data kondisi riil di lapangan, guna memastikan ekosistem konservasi tetap terjaga saat aktivitas pendakian kembali dibuka untuk umum.

"Ini salah satu upaya untuk peningkatan keselamatan jalur pendakian di kawasan Gunung Rinjani," kata Budhy Kurniawan di Mataram, Kamis.

Ia mengatakan adapun lokasi jalur pendakian yang disurvei di antaranya jalur pendakian Aik Berik, Timbanuh dan Tetebatu.

Selain itu, telah dilakukan survei perencanaan pembangunan sarana pengaman di jalur pendakian Sembalun, Torean dan Senaru.

Kegiatan ini meliputi penentuan titik lokasi pembangunan shelter, pemasangan railing, perbaikan dan penataan jalur, hingga menelusuri sumber mata air, karena air adalah nadi kehidupan di ketinggian terutama di Plawangan Sembalun.

"Kemudian hasil survei tim akan menjadi pedoman utama dalam peningkatan dan pembangunan sarana serta prasarana pendakian," katanya.

Ia mengatakan setiap temuan di lapangan mulai dari kondisi jalur, titik rawan, kebutuhan fasilitas keselamatan, hingga aspek kenyamanan pendaki dicatat dan dianalisis secara menyeluruh.

"Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas perbaikan dan pengembangan fasilitas, agar proses pendakian dapat berlangsung lebih aman, nyaman, tertata, dan tetap memperhatikan prinsip kelestarian lingkungan," katanya.

Ia mengatakan melalui langkah ini, pengelolaan jalur pendakian tidak dilakukan secara asumsi, melainkan berbasis data dan kondisi riil di lapangan.

"Harapannya, seluruh jalur dapat terus ditingkatkan kualitasnya sehingga mampu memberikan pengalaman pendakian yang lebih baik tanpa mengesampingkan aspek konservasi," katanya.

Di masa penutupan jalur pendakian pada awal 2026 berbagai upaya terus dilakukan sebagai bentuk komitmen Balai Taman Nasional Gunung Rinjani untuk mewujudkan pendakian yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan saat dibuka kembali.

"Karena pendakian yang baik selalu dimulai dari perencanaan yang matang," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Ekonomi
Sentimen Global Masih Domin...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.