Jakut Koordinasi dengan Pihak Tol Terkait Gubuk Karaoke Liar
📅 Kamis, 19 Feb 2026, 16:01 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Risky Syukur
JAKARTA -- Pemerintah Kota Jakarta Barat berkoordinasi dengan pengelola Tol Lingkar Luar Jakarta (Tol Jakarta Outer Ring Road/JORR) terkait keberadaan gubuk-gubuk karaoke liar Jalan Haji Lebar, Meruya Selatan, Kembangan.
Lurah Meruya Selatan, M. Maizar mengatakan, lahan tempat lapak-lapak semi permanen yang meresahkan warga itu bukanlah milik pemerintah.
"Sementara asetnya masih aset mereka, makanya kemarin saya minta bersurat sama mereka. Ya kan? Bersurat itu gimana secara pengelolaannya? Asetnya sudah diserahkan ke kita atau belum," kata Maizar saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Maizar mengatakan bahwa pihaknya telah meninjau langsung aktivitas karaoke di gubuk-gubuk yang dikeluhkan warga sekitar itu.
Namun sejauh ini, belum ada temuan indikasi adanya aktivitas menyimpang, seperti prostitusi di lokasi itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dan memang sudah ditegur juga. Kalau terkait 'esek-esek' kami enggak tahu. Kalau kami kan tidak menemukan bukti itu (adanya prostitusi) cuma memang bukanya sampai malam," ungkapnya.
Menurut Maizar, koordinasi diperlukan agar penindakan yang dilakukan bisa maksimal. Mengingat lokasi itu bukan aset atau milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
"Kami sudah imbau supaya tidak ada lagi aktivitas seperti itu,"! katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, warga memprotes keberadaan gubuk karaoke liar yang diduga menjadi tempat prostitusi ilegal di sepanjang Jalan Haji Lebar, Kembangan, Jakarta Barat.
Protes itu disampaikan dengan spanduk berisi keresahan hingga penolakan warga terhadap lapak-lapak liar di pinggir Tol Lingkar Luar Jakarta Barat 2 tersebut.
Menurut pengakuan seorang warga sekitar, Chandra (30) saat ditemui di lokasi tersebut pada Kamis, lapak-lapak semi permanen itu memang menjadi tempat hiburan layaknya hiburan malam.
"Kadang-kadang ada biduannya dua orang ada di warung itu, mereka pada karaoke, pada nyanyi," ujar Candra yang mengaku sangat terganggu dengan adanya aktivitas tersebut.
Kadang sampai jam 2 pagi masih kedengaran suara dangdutan. "Soalnya itu dekat sama permukiman warga, jadi ganggu banget lah," ungkapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!