Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nelayan Cilamaya Kini Melaut dengan Lebih Aman dan Produktif

📅 Rabu, 18 Feb 2026, 16:38 WIB | Oleh:
Nelayan Cilamaya Kini Melaut dengan Lebih Aman dan Produktif Doc: istimewa

KARAWANG, JABAR -- Langit malam di pesisir Cilamaya tak selalu ramah bagi nelayan kecil. Di tengah gelapnya laut, seberkas cahaya sering kali menjadi penentu. Apakah jaring bisa ditebar dengan aman, apakah perahu dapat bernavigasi tanpa risiko, dan apakah hasil tangkapan cukup untuk dibawa pulang ke keluarga. Bagi para nelayan pinggir, kegelapan menjadi tantangan harian yang melekat pada profesi mereka.

Kini, cerita itu perlahan berubah. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menghadirkan penerangan berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk membantu aktivitas melaut di malam hari. Bantuan tersebut berupa paket penerangan PLTS portabel yang dipasang di kapal nelayan.

Sistem ini terdiri dari panel surya yang ditempatkan di bagian atas perahu untuk menangkap sinar matahari saat siang hari, baterai penyimpanan energi, serta lampu penerangan yang dapat digunakan sepanjang malam. Energi yang dikumpulkan pada siang hari disimpan dalam baterai, lalu dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk lampu di kapal saat nelayan melaut malam. 

Bantuan sederhana ini menghadirkan dampak nyata, dari peningkatan produktivitas hingga penghematan biaya operasional.

Budiman, nelayan yang telah melaut sejak tahun 2000 dan dikenal sebagai Local Hero Pertamina di desanya, merasakan langsung perubahan tersebut. Dulu, ia hanya mengandalkan senter kepala saat melaut malam. Selain melelahkan, alat itu kerap bermasalah ketika terkena air.

“Sekarang penerangannya sangat terang dan konsisten dari malam sampai pagi. Dulu karena pegal dan khawatir lampu mati, saya hanya bisa menabur jaring beberapa kali. Dengan PLTS, saya bisa sampai lima atau enam kali semalam. Penghasilan pun terasa bertambah,” tuturnya.

Cerita serupa datang dari Kiki Mulyana, nelayan kecil yang telah 10 tahun melaut. Ia mengaku sebelumnya bergantung pada aki yang mudah drop saat terkena air dan membutuhkan biaya penggantian.

“Dengan energi surya, kami jauh lebih hemat. Penerangannya luas, membantu memilih ikan, juga untuk navigasi supaya tidak terjadi kecelakaan, apalagi di jalur sungai yang sempit. Bahkan di darat pun penerangan PLTS bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki jaring, mengingat bongkar pasang yang mudah. Hal ini sangat membantu kami secara ekonomi dan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari,” jelas Kiki.

Bagi nelayan di wilayah yang masih minim penerangan, kehadiran PLTS tak hanya mendukung pekerjaan di laut, tetapi juga meringankan beban pengeluaran rumah tangga. Energi surya menjadi solusi yang andal sekaligus ramah lingkungan.

Pjs. Corporate Secretary Rizki Vistiari menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberi manfaat langsung bagi masyarakat pesisir. “Kami percaya transisi energi harus menghadirkan dampak nyata di tingkat tapak. Melalui pemanfaatan energi surya, kami ingin membantu nelayan meningkatkan keselamatan, produktivitas, dan kesejahteraan. Inilah wujud komitmen Pertamina NRE untuk tumbuh bersama masyarakat,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.