Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Marak Kasus Bunuh Diri, Doktor ITS Kembangkan Sistem Pendeteksi Depresi Berdasarkan Riwayat Medsos

📅 Rabu, 18 Feb 2026, 13:52 WIB | Oleh:
Marak Kasus Bunuh Diri, Doktor ITS Kembangkan Sistem Pendeteksi Depresi Berdasarkan Riwayat Medsos Doc: Istimewa
Ket. Gede Aditra Pradnyana SKom menyampaikan tahapan awal penelitian pada Konferensi Internasional FUZZ-IEEE di Korea Selatan tahun 2023

SURABAYA - Maraknya pemakaian smartphone dan media sosial (medsos) di era globalisasi ini menyebabkan kondisi mental masyarakat menjadi lebih dinamis. Menjawab tantangan tersebut, lulusan program doktoral Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Gede Aditra Pradnyana merancang model sistem deteksi depresi berbasis sumber data dari penggunaan medsos menggunakan Artificial Intelligence (AI) multimodal.

Lelaki yang akrab disapa Adit ini menjelaskan bahwa kasus bunuh diri yang disebabkan oleh depresi menjadi salah satu permasalahan genting dalam hal kemanusiaan. Ketakutan untuk mengungkapkan masalah kehidupan secara langsung, baik kepada psikolog, psikiater, maupun kerabat terdekat masih menjadi hambatan bagi mayoritas orang. Bahkan, sebagian orang lebih sering meluapkan perasaan gelisah dan persoalan yang rumit ke medsos.

Berangkat dari masalah tersebut, dosen Universitas Pendidikan Ganesha ini mengusulkan pendekatan deteksi depresi secara non-intrusif berbasis jejak digital. Melalui pendekatan ini, sistem yang dibangun mampu memberikan informasi awal secara cepat, mendukung intervensi diri, dan berfungsi sebagai pelengkap asesmen klinis konvensional. “Pendekatan ini bukan hanya memerlukan sensor fisiologis, melainkan juga memanfaatkan pola ekspresi multimodal sebagai indikator awal,” paparnya.

Model yang dikembangkan bernama DeXMAG, yakni gabungan antara Cross-Modal Attention and Adaptive Gated Fusion dengan fitur Myers Briggs Type Indicator (MBTI). Lebih jelasnya, kombinasi dari kerangka kerja multimodal deep learning yang dipersonalisasi oleh tipe kepribadian pengguna. Oleh karena itu, sistem yang dimiliki dapat meningkatkan performa deteksi depresi dari data media sosial. 

Secara arsitektural, rancangan model tersebut dimulai dari tahap paling awal dan utama, yakni mengidentifikasi modalitas teks dan gambar yang diunggah oleh pengguna. Setelah proses identifikasi, muatan modalitas diproses oleh RoBERTa dan VGG-16 model terlatih serta keputusan kepribadian oleh GloVe-BiLSTM. Penyelesaian proses dilakukan dengan Weighted Fused Representation, sehingga diperoleh hasil deteksi berupa depresi atau tidak depresi.

Lebih lanjut, hasil yang didapatkan menunjukkan delapan sifat kepribadian yang berhubungan dengan indikasi depresi. Sifat kepribadian tersebut terdiri atas perceiving, judging, intuition, dan thinking. “Bukan hanya itu, sifat kepribadian tentang perasaan, seperti feeling, introversion, sensing, dan extroversion turut ditampilkan dengan bentuk diagram radar,” imbuh alumnus Universitas Udayana tersebut.

Secara keseluruhan, hasil deteksi terbukti dari studi ablasi yang menunjukkan bahwa setiap modalitas memberikan kontribusi terhadap kinerja prediktif. Setiap sinyal linguistik dan visual akan memberikan peningkatan kinerja yang signifikan dibandingkan pendekatan unimodal. “Harapannya, pendekatan ini bisa dimanfaatkan banyak orang dan mampu membantu memutuskan kerentanan depresi hanya melalui fitur aplikasi,” tuturnya optimistis.

Penelitian ini juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada poin ke-3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Melalui integrasi kecerdasan buatan dan kesehatan mental digital, inovasi ini berkontribusi terhadap pengembangan solusi teknologi yang mendukung kesejahteraan psikologis masyarakat secara berkelanjutan.  

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Bendungan Ameroro pasok air...
Ekonomi
Menuju MotoGP Mandalika 202...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.