Ketegangan Memuncak, AL Rusia Siap Terobos Setiap Upaya Blokade Laut Barat

Rabu, 18 Feb 2026, 17:35 WIB

MOSKOW - Ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat kini bergeser ke wilayah perairan strategis. Ketua Dewan Maritim Rusia, Nikolay Patrushev, menegaskan bahwa Angkatan Laut Rusia tidak akan ragu untuk menggagalkan setiap upaya blokade maritim yang mencoba memutus jalur perdagangan luar negeri mereka.

Dalam wawancara dengan harian Rusia Argumenty i Fakty pada Selasa (17/2), Patrushev, yang juga penasihat Presiden Vladimir Putin, menyebut penahanan kapal tanker Rusia oleh negara-negara Barat sebagai tindakan "perompakan."

Ket. Foto: Arsip - Kapal perang Rusia RFS Aldar Tsidenzhapov-339 (kanan) dan RFS Rezkiy-343 bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (3/6). — Sumber: ANTARA/Asprilla Dwi Adha

Ia merujuk pada pencegatan kapal tanker Grinch oleh AL Prancis di Mediterania pada 22 Januari dan serangan Ukraina terhadap kapal tanker Rusia dengan drone laut.

Ia juga menyinggung pembicaraan Inggris dan sejumlah negara Eropa mengenai kemungkinan melakukan penahanan sistematis terhadap kapal yang diduga bagian dari "armada bayangan" Rusia untuk menghindari sanksi. Lebih dari 600 kapal telah dijatuhi sanksi oleh Uni Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat.

Menurut Patrushev, langkah-langkah tersebut menunjukkan upaya Barat menekan sektor perdagangan luar negeri Rusia.

"Jika kita tidak memberikan respons tegas, maka Inggris, Prancis, bahkan negara-negara Baltik akan semakin berani mencoba memblokade akses negara kita ke laut, setidaknya di kawasan Atlantik," katanya. 

Rusia, kata dia, tengah menyiapkan langkah balasan melalui mekanisme politik, diplomatik, dan hukum internasional. Namun, jika diperlukan, blokade akan diterobos oleh angkatan lautnya.

Patrushev menekankan pentingnya kehadiran kekuatan AL Rusia yang signifikan di jalur pelayaran utama, termasuk di wilayah terpencil, guna melindungi ekspor minyak, gandum, dan pupuk.

Ia mengakui AL Rusia saat ini menjalankan tugas perlindungan perdagangan dengan tekanan tinggi dan membutuhkan lebih banyak kapal untuk operasi laut lepas dan samudra. Kebutuhan itu akan dimasukkan dalam program pembangunan kapal hingga 2050.

Terkait Laut Baltik, Patrushev menilai NATO tengah membentuk pengelompokan multinasional yang berorientasi ofensif. Menurut dia, laut kembali menjadi ajang konfrontasi, meski dominasi Barat di lautan tidak lagi seperti sebelumnya.

  • vladimir putin
  • angkatan laut rusia
  • nikolay patrushev
  • blokade laut
  • sanksi rusia

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.