Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaksel Bangun JAK Hubungkan Kebayoran Lama Selatan dan Pondok Pinang

📅 Rabu, 18 Feb 2026, 15:42 WIB | Oleh:
Jaksel Bangun JAK Hubungkan Kebayoran Lama Selatan dan Pondok Pinang Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Ket. Jembatan Antar Kampung (JAK) yang menghubungkan wilayah Kebayoran Lama Selatan dan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (18/2).

JAKARTA -- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) membangun Jembatan Antar Kampung (JAK) yang menghubungkan wilayah Kebayoran Lama Selatan dan Pondok Pinang, Kebayoran Lama.

"Jembatan ini sudah lama diimpikan warga. Mereka menantikan kapan pembangunan atau renovasinya dapat direalisasikan. Alhamdulillah, pada hari ini, hal tersebut dapat terwujud," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar di Jakarta, Rabu.

Dia pun mengapresiasi seluruh pihak, mulai dari warga, unsur teknis dan anggota dewan yang telah bersama-sama menyuarakan aspirasi sehingga jembatan tersebut dapat terealisasi dengan baik.

Dia berpesan kepada warga agar menjaga jembatan yang dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu karena bernilai manfaat yang besar bagi masyarakat.

"Jika pemerintah sudah memberikan fasilitas yang baik, tolong dijaga dan dirawat dengan baik. Jangan sampai dalam waktu singkat, kondisi jembatan menjadi tidak terawat," ujar Anwar.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan Rifki Rismal menjelaskan pembangunan jembatan dengan bentangan 20 meter dan lebar 1,8 meter itu merupakan hasil dari usulan warga melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

"Proses pembangunannya sendiri memakan waktu sekitar tiga bulan, namun proses administrasi dan penganggarannya memerlukan waktu satu tahun," ucap Rifki.

Dia menuturkan pembangunan jembatan yang mengusung konsep ornamen khas Betawi itu juga menyesuaikan konstruksi jembatan, kontur lahan serta bentuk aliran kali di lokasi tersebut.

Dari segi keamanan, kata dia, jembatan tersebut memiliki kapasitas beban aman hingga 40 orang dalam waktu yang bersamaan, sementara dari segi pencahayaan, dipasang lampu tembak di dua titik.

"Kami memilih untuk tidak memasang lampu langsung di badan jembatan guna menghindari adanya tarikan kabel yang berisiko mencelakakan warga. Dengan penggunaan lampu tembak, aspek estetika dan keamanan tetap terjaga," tutur Rifki.

Lebih lanjut, dia mengimbau warga di kedua wilayah tersebut agar bersama-sama menjaga serta memelihara jembatan itu sehingga tetap awet dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

"Kami dari pihak pemerintah juga akan tetap melakukan pemeliharaan secara rutin terhadap fasilitas ini," ungkap Rifki.

Pada kesempatan yang sama, Ketua RW 10 Kebayoran Lama Selatan Waldi Abas mengaku senang karena jembatan yang diidam-idamkan warga itu akhirnya terealisasi.

Sebelumnya, kata dia, jembatan penghubung itu berstruktur bambu yang diikat tali sehingga sangat membahayakan bagi warga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.