Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Racun Kimia di Sungai Cisadane Tak Kurangi Minat Warga Tangerang untuk Keramas Bareng

📅 Selasa, 17 Feb 2026, 20:51 WIB | Oleh:
Racun Kimia di Sungai Cisadane Tak Kurangi Minat Warga Tangerang untuk Keramas Bareng Doc: ist
Ket. pencemarasn cisadane

TANGERANG – Pencemaran kimia yang melanda Sungai Cisadane tidak mengurangi niat warga Kota Tangerang, Banten, untuk menjalani tradisi keramas bareng. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tangerang, mengatakan ratusan warga Kelurahan Babakan Kota Tangerang menjalani tradisi keramas bareng di Sungai Cisadane menjelang bulan puasa sebagai warisan budaya yang dijalankan rutin setiap tahun.

Kepala Bidang Budaya Disbudpar Kota Tangerang Supendi di Tangerang, Selasa, mengatakan keramas bareng merupakan tradisi yang telah dijalani secara turun-temurun. Kegiatan ini dimaknai warga sebagai momentum untuk menyucikan diri sebelum menjalani ibadah puasa dan juga mempererat silaturahmi antar-warga.

"Mereka kumpul bersama. Usai keramas bareng, mereka saling maaf-maafan dan mendoakan agar ibadah Ramadhan yang dijalani nanti berjalan lancar," katanya. Supendi menambahkan keramas bareng merupakan warisan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat, meski telah melewati berbagai generasi. Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar kegiatan mandi bersama, melainkan sarat nilai spiritual dan sosial.

“Ini adalah tradisi masyarakat Babakan yang sudah dilakukan puluhan tahun di bantaran Sungai Cisadane. Nilainya bukan hanya membersihkan badan, tetapi juga menyucikan hati dan mempererat silaturahmi menjelang Ramadhan,” ujarnya.

Sekretaris Camat Tangerang Ahmad Taufik Hidayat menjelaskan tradisi ini rutin digelar setiap tahun oleh warga RW 01 dan RW 02 Kelurahan Babakan, dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

“Keramas bareng ini dilakukan untuk menyambut Ramadhan dengan keadaan bersih lahir dan batin. Ini juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin rajin beribadah, berpuasa dan memperbanyak kegiatan keagamaan,” katanya.

Tradisi Megengan Demak

Sementara itu, Tradisi Megengan Kabupaten Demak, Jawa Tengah, dalam rangka menyambut datangnya bulan puasa berlangsung meriah karena perhelatan budaya tersebut diwarnai pemecahan rekor 10.000 tusuk sate keong yang dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (Muri), Selasa.

"Patut kita syukuri dan banggakan bahwa megengan kali ini mendapatkan apresiasi dari MURI dengan mencatatkan rekor 10.000 tusuk sate keong. Sate keong merupakan salah satu menu istimewa para pendahulu kita dan selalu hadir di setiap acara megengan, sehingga menjadi ikon kegiatan ini," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak Endah Cahya Rini saat menyampaikan laporan pada Festival Megengan dan Kirab Budaya Demak di halaman Masjid Agung Demak, Selasa.

Ia mengungkapkan megengan merupakan simbol kearifan leluhur dalam menyambut bulan Ramadhan, bulan penuh makna dan berkah. Tradisi ini menjadi momentum untuk mempersiapkan diri menjalani ibadah puasa, baik secara lahir maupun batin. "Megengan juga wujud konsolidasi batin, menenangkan hati, dan menguatkan harapan bersama untuk Demak yang baldlatun thoyibatun warohfun ghofur," ujarnya.

Ia menegaskan Dinas Pariwisata berkomitmen merawat dan memperkenalkan khazanah budaya Demak kepada masyarakat luas. Tradisi yang diwariskan para pendahulu tidak sekadar dihadirkan kembali, melainkan diselaraskan dengan dinamika zaman tanpa meninggalkan keluhuran nilai yang ada.

Festival tahun ini juga diramaikan dengan Kirab Budaya yang megah dari Pendopo Kabupaten Demak. Arak-arakan menampilkan kembang manggar, pembawa sate keong, alunan rebana Kota Wali, suara tongtek, parade artefak bersejarah, hingga barongan yang mengiringi rombongan Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, Sekda, dan jajaran pejabat daerah.

Selain itu, masyarakat disuguhkan Fashion Show busana muslim yang diperagakan oleh Mas dan Mbak Demak yang tergabung dalam Pamade Paguyuban Mas dan Mbak Demak.

Kemudian dimeriahkan pula dengan kirab Artefak Kota Wali dan pagelaran Tari Kolosal Suko-Suko Megengan yang melibatkan sekitar 150 penari dari anak-anak hingga dewasa. Tarian tersebut dipersembahkan oleh Sanggar Padmabaswara, Karnelis Budaya, Tatal Jati, dengan iringan gamelan Satrio Demang Iromo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

38 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.