Banjir Hancurkan Saluran Irigasi, Pertanian Aceh Tengah Terbengkalai
Selasa, 17 Feb 2026, 19:02 WIBACEH TENGAH â Bencana alam banjir bandang beberapa waktu lalu, telah memporakporandakan infrastruktur termasuk saluran irigasi yang tertimbun lumpur. Hal ini membuat kegiatan pertanian dan perkebunan di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, berantakan.Â
Gelondongan kayu yang dibawa banjir yang menerjang perkebunan dan pertanian juga masih belum bisa dipindahkan oleh warga, meski kini telah memasuki sekitar 75 hari setelah banjir menerjang wilayah itu 25-30 November lalu.
"Saat ini (pertanian dan perkebunan) kesulitan air, jadi masyarakat agak susah untuk menanam bawang sekarang. Karena bawang ini kan butuh air," kata Kepala Desa Kampung Toweren Sirwan, Selasa. "Sawah pun untuk ke depannya, ini mungkin, ke depannya sawah ini harus dialir air, sementara irigasinya kan sudah ketimpa lompat," imbuhnya.
Kondisi parah menimpa Kampung Toweren yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani dan pekebun. Mereka kesulitan untuk bisa memindahkan bongkahan kayu pascabanjir. Masyarakat Toweren merupakan petani padi, disamping produk bumi lainnya seperti bawang dan kopi yang dipasok ke sejumlah provinsi.
Sirwan menilai pemulihan kondisi sawah dan pekebun seperti sedia kala memakan waktu cukup lama, karena produktivitas tanah saat ini sudah sangat menurun akibat endapan lumpur. Salah satu penyintas bencana, Khadijah saat ini hanya bisa meminta bantuan kepada pemerintah ataupun pertolongan tetangga, karena telah kehilangan mata pencaharian.
Khadijah berharap memperoleh tambahan modal untuk bisa kembali menanam di kebun yang telah tertimbun longsor. "Kalau untuk sementara ini nak, kebun itu masih lama bisa ditanami. Setahun ini lah, karena longsornya jurang ke bawah belum pun nanti tumbuh kayu-kayu, baru nanti kami bisa lagi olah kembali," ujarnya.
Dalam data Pos Komando (Posko) Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, seluas 12.638 hektare lahan kopi di Aceh Tengah mengalami rusak parah. Lalu seluas 4.100 hektare lahan cabai, 2.787 hektare sawah, serta 38 hektare area perikanan juga terdampak bencana banjir.
TNI Perbaiki Sekolah
Sementara itu, Personel TNI AD memastikan sekolah rusak di wilayah terdampak bencana di Aceh telah diperbaiki dan bisa kembali digunakan. Salah satu sekolah yang telah selesai diperbaiki personel TNI AD yakni SMPN 26 Takengon, Desa Reje Payung, Sabtu (14/2).
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, mengatakan SMPN 26 Takengon menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak paling parah. Setelah diterjang bencana, endapan lumpur dan material kayu sempat menimbun bangunan sekolah dengan ketinggian mencapai 50 hingga 70 sentimeter, sehingga aktivitas pendidikan terhenti sementara.
Akibatnya, lanjut Donny, sebanyak enam unit bangunan terdampak langsung, terdiri atas satu gedung dewan guru berisi tiga ruangan, satu gedung dengan tiga ruang belajar siswa, satu gedung perpustakaan, satu mes sekolah, serta dua gedung yang mencakup empat rumah guru. "Secara keseluruhan terdapat 10 ruangan yang harus dibersihkan dari lumpur, tanah, dan sisa batang kayu," kata Donny.
Melihat kondisi tersebut, TNI AD pun menurunkan personelnya untuk memulai proses pembersihan. Pembersihan dilakukan oleh empat personel Kodim 0106/Aceh Tengah, 20 personel Yonif TP 854/DK di bawah komando Sertu Oein Zulkarnain, serta lima warga setempat yang turut bergotong royong.
Proses pembersihan dan perbaikan sekolah itu dilakukan sejak 19 Desember 2026 sampai 14 Februari 2026. Donny melanjutkan dalam pengerjaanya, personel sempat menemui berbagai kendala.
"Berbagai kendala seperti banyaknya batang kayu sisa banjir, tingginya endapan lumpur, keterbatasan air bersih, hingga minim perlengkapan kerja dapat diatasi melalui koordinasi dan kerja sama yang solid di lapangan," jelas dia.
Namun demikian, semua kendala itu bisa diatasi hingga akhirnya pembersihan dan perbaikan sekolah selesai. Hingga saat ini, sekolah tersebut sudah bisa digunakan 100 persen untuk kegiatan belajar mengajar. Dengan upaya ini, Donny berharap kehadiran TNI AD dapat mempercepat pemulihan wilayah bencana di Aceh.
- Banjir Bandang
- alat pertanian
- aceh tengah
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Ujian Herdman di Depan Mata
-
PLN Luncurkan Program Power Hero, Tambah Daya Diskon 50 Persen
-
IHSG Hari Ini Tancap Gas ke Zona Hijau, Surplus Transaksi Berjalan Bikin Kejutan
-
Pemkab Pasaman Barat Dukung Pembatasan Media Sosial bagi Anak
-
Terminal Kampung Rambutan Benahi Lingkungan, Kanstin dan Pagar Dicat Ulang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.