Tekan Impor BBM, PTPN I Uji Coba Tanam Sorgum 20 Hektare Dukung Bioetanol

Rabu, 17 Jun 2026, 15:35 WIB

JAKARTA- PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) I mulai mengembangkan komoditas sorgum melalui uji coba penanaman seluas 20 hektare di Lampung untuk mendukung penyediaan bahan baku bioetanol.

Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo mengatakan pengembangan sorgum merupakan bagian dari penugasan yang diterima perusahaan guna mendukung agenda hilirisasi dan transisi energi pemerintah.

Ket. Foto: Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo — Sumber: Antara

"Sementara masih 20 hektare kita coba kembangkan di Lampung. Kita coba pelajari budi dayanya seperti apa, karena PTPN I belum pernah tanam sorgum," katanya dalam bincang bersama awak media di Jakarta, Senin malam (15/6).

Selain sorgum, PTPN I juga mendapat penugasan mengembangkan singkong sebagai sumber bahan baku alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung industri bioetanol nasional.

Aris menjelaskan Lampung dipilih sebagai lokasi awal pengembangan karena memiliki potensi lahan yang sesuai serta dekat dengan rencana pengembangan rantai pasok bioetanol.

Menurut dia, perusahaan sengaja memulai dari skala terbatas karena belum memiliki pengalaman panjang dalam budi daya sorgum sehingga perlu mempelajari karakteristik tanaman tersebut.

Tahap awal dilakukan melalui penanaman percobaan seluas 20 hektare guna memperoleh data teknis yang dibutuhkan sebelum memasuki fase pengembangan yang lebih luas.

Melalui uji coba tersebut, perusahaan akan mengevaluasi varietas sorgum yang paling sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan industri pengolahan bioetanol.

PTPN I juga akan mempelajari teknik budi daya, produktivitas tanaman, pola pemeliharaan, hingga sistem pascapanen untuk memastikan pengembangan dilakukan secara efisien dan berkelanjutan.

Aris menilai langkah bertahap diperlukan agar perusahaan tidak menghadapi risiko kegagalan produksi yang dapat menghambat program pemerintah maupun merugikan perusahaan.

Menurut dia, pengembangan komoditas baru harus didasarkan pada pengalaman lapangan dan penguasaan teknologi agar hasil yang diperoleh sesuai harapan.

Jika hasil uji coba menunjukkan kinerja yang baik, perusahaan akan mempertimbangkan pengembangan skala lebih luas sesuai kebutuhan program nasional.

Sorgum dan singkong nantinya diproyeksikan menjadi bahan baku bioetanol yang dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar bensin dalam program energi terbarukan.

Dengan demikian, pasokan bioetanol tidak hanya bergantung pada tebu, tetapi juga dapat didukung oleh komoditas alternatif yang dikembangkan di berbagai daerah.

PTPN I dalam program tersebut berperan sebagai pemasok bahan baku, sementara pengembangan industri pengolahan dilakukan melalui kolaborasi pemerintah dan sektor industri.

Aris menyebut perusahaan juga menyesuaikan pengembangan budi daya dengan kebutuhan industri agar spesifikasi hasil panen sesuai permintaan pasar dan pengguna akhir.

Dalam jangka panjang, pengembangan sorgum diarahkan untuk mendukung target yang disampaikan pemerintah, yakni perluasan areal hingga sekitar 24.000 hektare apabila tahap awal berjalan sukses.

"Pak Wamen Investasi (Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu) targetnya sampai 24.000 hektare. Kan nggak main-main toh. Artinya memang PTPN harus membekali diri dulu," katanya.

PTPN I menilai target tersebut cukup ambisius sehingga perusahaan perlu membekali diri dengan pengalaman, teknologi, dan kesiapan sumber daya sebelum melakukan percepatan pengembangan sesuai arahan pemerintah.

"PTPN butuh belajar ya. Tapi nanti kalau PTPN sudah sudah bisa menguasai komoditas ini mungkin bisa digas lah untuk pengembangannya itu, sesuai dengan target pemerintah," kata Aris.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Mentan Amran Sebut Swasembada Pangan dan Ekspor Beras Jadi Kado HUT Ke-81 RI

Menekraf Ungkap Malam Merdeka Libatkan Ribuan Talenta Kreatif dan Dorong Ekonomi Rakyat

12,7 Juta Lulusan Tiongkok Masuk Pasar Kerja Saat AI Ikut Mengubah Peta Pekerjaan

Indonesia–Australia Perkuat Pendidikan Perubahan Iklim melalui Gim Edukatif GenerAksi

DPR RI Ajak Mahasiswa jadi Penggerak Kebijakan Menuju Indonesia Emas 2045

Srikandi Merdeka Cup 2026: Timnas U16 Singapura Tundukkan Putri Nusantara 2-0

Kunjungi Sido Muncul, Delegasi Taiwan Jajaki Kerja Sama Tanaman Obat dan Herbal

DPR RI Ingin UMKM Naik Kelas Melalui Pemenuhan Standar dan Sertifikasi

Semangat Kemerdekaan, Solidaritas Sosial dengan Korban Gempa NTT

Perjuangan Warga Perang Tiket demi Bisa Mengikuti Upacara Peringatan HUT RI di Istana

Pengunjung Ragunan pada HUT ke-81 RI Diprediksi Sebanyak 30 Ribu Orang

Ini 3 Agenda Prioritas Kemkomdigi untuk Perkuat Kedaulatan Digital

Nasib Veteran Jadi Prioritas Pemkot Cirebon, Pendataan Kondisi Dilakukan Berkala

Gandeng 10.530 Warga, Ini Komitmen Gubernur Pramono dan KPK Berantas Korupsi

Karhutla Bromo Belum Sepenuhnya Aman, Kemenhut Lakukan Pendinginan dan Penyisiran Bara

PLN Sukses Kawal HUT ke-81 RI dengan Pasokan Listrik Berlapis.

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka

ITB Ultra Marathon 2026 Rute Jakarta-Bandung: Gubernur Pramono Beri Dukungan Penuh

Gerebek Sampah Kalijodo: Pemprov DKI, TNI, dan Polri Bersihkan Lingkungan di Bantaran Kali

HUT Ke-81 RI, Pemimpin Arab hingga Putin Sampaikan Ucapan Selamat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.