- Home
-
- Luar Negeri
-
- 10 Orang Tewas dalam Penem...
10 Orang Tewas dalam Penembakan Massal di Sekolah Menengah Tumbler Ridge Kanada
Rabu, 11 Feb 2026, 11:00 WIBBRITISH COLUMBIA - Kepolisian Kanada mengatakan 10 orang tewas, termasuk tersangka, dalam penembakan massal yang tampaknya menargetkan sebuah sekolah menengah di British Columbia bagian utara, Selasa (10/2).
Dari The Guardian, lebih dari dua lusin korban telah dirawat di rumah sakit dalam peristiwa yang oleh Perdana Menteri David Eby disebut sebagai "tragedi yang tak terbayangkan" yang termasuk di antara peristiwa paling mematikan sejenisnya dalam sejarah Kanada.
Dalam konferensi pers, polisi mengatakan enam orang ditemukan tewas di dalam sekolah menengah Tumbler Ridge. Satu orang lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit dan dua orang lagi ditemukan tewas di sebuah rumah di komunitas yang berpenduduk kurang dari 2.500 jiwa. "Tersangka ditemukan tewas dengan luka yang disebabkan sendiri," kata polisi.
Distrik Tumbler Ridge mengeluarkan pernyataan pada Selasa sore, menyebut penembakan itu sebagai insiden yang "sangat menyedihkan".
âHati kami bersama semua yang terdampak, dan kami menyadari bahwa banyak warga mungkin merasa terkejut, takut, dan kewalahan,â kata pihak distrik. âDalam beberapa hari ke depan, kami tahu ini akan sulit untuk diproses oleh banyak orang. Mohon saling memperhatikan, manfaatkan dukungan yang tersedia, dan ketahuilah bahwa Tumbler Ridge adalah komunitas yang kuat dan peduli. Kita akan melewati ini bersama-sama.â
Siswa dari kelas 7 hingga 12 bersekolah di sana. Baik sekolah menengah maupun sekolah dasar akan ditutup selama sisa minggu ini.
âTidak ada kata-kata yang dapat meredakan rasa takut dan sakit yang ditimbulkan oleh peristiwa seperti ini di komunitas sekolah,â kata Dewan Penasihat Orang Tua Tumbler Ridge dalam sebuah pernyataan. âKami ingin keluarga mengetahui bahwa keselamatan dan kesejahteraan siswa dan staf adalah yang terpenting, dan kami berterima kasih kepada petugas tanggap darurat dan personel darurat yang bertindak cepat dan profesional.â
Menteri Keamanan Publik British Columbia, Nina Krieger, mengatakan penembakan itu telah "mengejutkan masyarakat dan seluruh provinsi".
Polisi awalnya mengeluarkan peringatan darurat pada Selasa sore mengenai penembak aktif setelah menerima laporan penembakan di sekolah menengah tersebut.
Peringatan tersebut meminta warga untuk berlindung di dalam rumah, mengunci pintu, dan tidak keluar rumah. Peringatan tersebut menggambarkan tersangka sebagai seorang wanita yang mengenakan gaun dengan rambut cokelat, menurut peringatan tersebut. Peringatan RCMP dicabut pada pukul 17.45.
Inspektur Ken Floyd, komandan distrik Utara RCMP, mengatakan kepada wartawan bahwa lokasi penembakan itu "sangat dramatis" dengan banyak korban luka. Ia mengatakan bahwa semua siswa dan staf yang tersisa di sekolah menengah tersebut, yang berjumlah sekitar 100 orang, telah dievakuasi dengan selamat dari sekolah.
Polisi telah mengidentifikasi pelaku penembakan, tetapi menolak memberikan rincian tambahan dengan alasan privasi dan kebutuhan untuk melindungi integritas penyelidikan. Floyd mengatakan polisi tidak akan berkomentar tentang kemungkinan motifnya.
âKami sedang menindaklanjuti semua petunjuk untuk mencoba menentukan keterkaitannya dengan pelaku penembakan,â kata Floyd. âSaya rasa kita akan kesulitan menentukan 'mengapa', tetapi kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menentukan apa yang terjadi.â
Pusat kesehatan kota tersebut diberlakukan Kode Oranye, yang menandakan insiden korban massal atau respons darurat skala besar. Namun, mengingat sifat pedesaan komunitas tersebut, setidaknya dua korban diterbangkan ke rumah sakit yang lebih besar. Shock Trauma Air Rescue Service (STARS) mengatakan salah satu pesawatnya dari Grande Prairie, Alberta, diminta untuk menangani insiden tersebut.
Meskipun informasi yang diberikan oleh polisi sangat minim, penembakan ini merupakan salah satu yang terburuk dalam sejarah Kanada.
âHati kami berada di Tumbler Ridge malam ini bersama keluarga-keluarga yang telah kehilangan orang yang mereka cintai,â kata Eby dalam sebuah pernyataan. âPemerintah akan memastikan setiap dukungan yang mungkin diberikan kepada anggota masyarakat dalam beberapa hari mendatang, saat kita semua mencoba untuk menerima tragedi yang tak terbayangkan ini.â
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Keren! Film "Para Perasuk" Dapat “Standing Ovation" di Sundance Film Festival
-
Kemnaker Perketat Seleksi Program Magang Nasional Setelah 8.327 Peserta Mundur
-
BPJS Kesehatan Perkuat Layanan Kesehatan Desa 3T dengan Operasikan Kapal RS
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Hadirkan Wellness Center
-
Pejabat Harus Responsif atas Keluhan Warga
-
Nilai transaksi keuangan melaui BI FAST
-
11 Orang Tewas di Pertandingan Sepak Bola di Meksiko karena Serangan Geng Bersenjata Api
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.