- Home
-
- Luar Negeri
-
- Penembakan Massal Terjadi ...
Penembakan Massal Terjadi di Sekolah Thailand, 4 Orang Tewas, 15 Siswa Terluka
Jumat, 07 Agu 2026, 12:45 WIBBANGKOK - Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand mengatakan, setidaknya empat orang tewas dan 15 siswa terluka dalam penembakan di sebuah sekolah di sebelah utara ibu kota Thailand, Bangkok, Jumat (7/8).
Dua siswa dan dua guru tewas dalam serangan di sekolah menengah di provinsi Nonthaburi, kata Wakil Menteri Dalam Negeri Polapee Suwunchwee kepada stasiun televisi lokal Thai PBS.
Para siswa yang terluka saat mereka mencoba melarikan diri, bukan terkena tembakan, katanya.
Pelaku penembakan yang diidentifikasi sebagai seorang siswa dari sekolah tersebut juga dilaporkan tewas, menurut laporan media lokal yang mengutip pihak berwenang.
Beberapa laporan menyebutkan, petugas polisi telah menembak tersangka hingga tewas, sementara laporan lain mengatakan ia meninggal karena bunuh diri.
"Ini insiden yang mengerikan. Seharusnya ini tidak pernah terjadi. Bagaimana ini bisa terjadi di negara kita?" kata Perdana Menteri Anutin Charnvirakul kepada wartawan di Gedung Pemerintah Bangkok.
Polapee mengatakan tersangka menggunakan pistol dan kementerian dalam negeri sedang menyelidiki bagaimana siswa tersebut memperolehnya.
Foto-foto yang dipublikasikan oleh media lokal memperllihatkan tersangka mengenakan seragam sekolah berwarna ungu dan membawa tas selempang hitam, dengan beberapa selongsong peluru terlihat di tanah.
Lalu lintas di dekat Sekolah Debsirin Nonthaburi di Nonthaburi hampir lumpuh total, menurut laporan seorang jurnalis AFP. Media lokal melaporkan bahwa orang tua menjemput anak-anak mereka setelah kejadian tersebut.
Thailand merupakan negara dengan tingkat kepemilikan senjata api tertinggi di Asia Tenggara, sekitar 10 juta senjata api diperkirakan beredarâsatu senjata untuk setiap tujuh penduduk.
Janji-janji masa lalu untuk memperketat undang-undang senjata api tidak mencegah insiden penembakan berulang.
Polisi Thailand menembak dan menangkap seorang remaja pelaku penembakan yang melepaskan tembakan di sebuah sekolah di selatan negara itu pada bulan Februari lalu, menyebabkan kepala sekolah tewas dan dua siswa terluka.
Remaja itu menggunakan senjata milik seorang petugas polisi dalam penembakan tersebut.
Seorang kepala polisi setempat mengatakan pada saat itu bahwa tersangka dirawat di rumah sakit untuk perawatan kejiwaan pada bulan Desember dan telah dipulangkan.
Remaja itu menikam seorang petugas polisi dengan pisau dan mencuri senjatanya -- sebuah pistol 9mm -- sesaat sebelum kejadian, lalu menggunakannya untuk melakukan serangan.
Pada tahun 2022, seorang mantan polisi bersenjata pistol dan pisau menyerbu sebuah tempat penitipan anak di bagian utara negara itu dan membunuh 24 anak dan 12 orang dewasa, salah satu pembantaian massal paling mematikan di Thailand.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
BPJS Kesehatan Perkuat Layanan Kesehatan Desa 3T dengan Operasikan Kapal RS
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Hadirkan Wellness Center
-
Jakarta Fair 2026 Jadi Destinasi Favorit Libur Sekolah, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya
-
Korlantas Polri Luncurkan Inovasi SIM Digital Berbasis Aplikasi
-
Kemnaker Perketat Seleksi Program Magang Nasional Setelah 8.327 Peserta Mundur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.