Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tangkap Nyale di KEK Mandalika, Tradisi Putri Mandalika Tetap Memikat

📅 Minggu, 08 Feb 2026, 12:15 WIB | Oleh:
Tangkap Nyale di KEK Mandalika, Tradisi Putri Mandalika Tetap Memikat Doc: Antara Foto
Ket. Nyale atau cacing laut yang ditangkap warga di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Lombok Tengah, Provinsi NTB di Lombok Tengah, Minggu (8/2/2026).

Ribuan masyarakat dari berbagai wilayah baik wisatawan lokal maupun asing turun di laut Pantai Seger dengan sirkuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat untuk menangkap nyale (cacing laut) yang dipercaya merupakan jelmaan legenda Putri Mandalika.

"Nyale yang keluar hari ini sedikit,," kata Koko warga asal Cakranegara Kota Mataram, Minggu.

Para pemburu nyale atau warga dari berbagai daerah mereka datang sejak sore hingga Sabtu malam (7/2) dan Minggu (8/2) dini hari.

Mereka membawa alat tangkap nyale berupa jaring, ember dan lampu senter, setelah dini hari sebelum matahari terbit mereka turun ke laut di Pantai Seger untuk menangkap cacing laut yang dipercaya merupakan jelmaan Putri Mandalika.

Ia mengatakan mencari nyale tidak semudah yang dilihat di media sosial, bisa diambil banyak dengan menggunakan sorok atau alat tangkap nyale. Namun, fakta di lapangan terasa sulit mencari nyale untuk ditangkap dan membutuhkan ketekunan serta kejelian, karena gelap.

"Saya cari nyale tiga jam, dapat sedikit. Saya kira bisa dapat satu ember," katanya.

Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu M Iqbal saat membuka acara malam puncak Bau Nyale mengatakan malam puncak Bau Nyale ini diguyur hujan, semoga ini membawa berkah untuk masyarakat dalam mewujudkan NTB Makmur Mendunia.

"Malam ini hujan, semoga menjadi berkah untuk semuanya," katanya.

Ia mengatakan bau nyale merupakan tradisi budaya yang harus tetap dilestarikan, karena belajar kearifan lokal terkait dengan pengorbanan untuk kepentingan masyarakat.

"Nyale ini mengajarkan semua tentang pengorbanan," katanya.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk mengembangkan dan melestarikan budaya Bau Nyale untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Semua side event Bau Nyale ini dilaksanakan untuk memperkuat pengembangan budaya dalam mendukung promosi pariwisata," katanya.

Bupati meyakinkan, pengembangan budaya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan mendukung pengembangan pariwisata di Lombok Tengah.

"Budaya ini bisa menjadi pendukung pengembangan pariwisata di Lombok Tengah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

42 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.