Megathrust di Selatan Jawa Picu Gempa 6,2 Pacitan, Puluhan Orang Mengalami Luka
📅 Jumat, 06 Feb 2026, 20:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta – Gempa bumi megathrust dangkal mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2), dini hari dan menyebabkan kerusakan rumah serta melukai sedikitnya 36 orang, kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan gempa tersebut memiliki mekanisme sesar naik (thrust) yang merupakan karakteristik zona subduksi megathrust di sepanjang selatan Pulau Jawa.
Menurut dia, gempa bermagnitudo 6,2 itu terjadi pada pukul 01.06 WIB dengan pusat gempa berada di laut pada kedalaman 58 kilometer di tenggara Pacitan.
BMKG menyatakan gempa tersebut tidak mencapai magnitudo 7 sehingga tidak memicu ancaman tsunami di sepanjang pesisir selatan Jawa, wilayah yang memiliki catatan sejarah tsunami sejak tahun 1840 dan 1859.
Secara geografis, Pacitan menghadap langsung zona megathrust Jawa dan memiliki teluk serta pantai yang relatif sempit, sehingga berpotensi memperkuat gelombang tsunami apabila terjadi gempa yang lebih besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah, yakni Pacitan, Bantul, dan Sleman dengan intensitas IV MMI; Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Blitar, Surakarta, dan Banjarnegara dengan intensitas III MMI; serta Tuban dan Jepara dengan intensitas II MMI.
Hasil pemodelan BMKG menunjukkan tidak ada potensi tsunami, dan hingga pukul 01.35 WIB belum terdeteksi adanya gempa susulan.
Gempa tersebut tidak hanya berdampak di Pacitan, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan Erwin Andriatmoko melaporkan sedikitnya 15 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi hingga Jumat siang.
“Pendataan masih terus dilakukan di seluruh kecamatan,” katanya.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Bantul mencatat sedikitnya 20 bangunan mengalami kerusakan serta 36 orang mengalami luka-luka di sejumlah kapanewon di wilayah tersebut.
Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan kerusakan bangunan dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak, sementara BMKG terus memantau aktivitas seismik untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!