Belanja Nasional Tembus Rp393 Triliun, Kemendag Pede Daya Beli Masih Nendang
📅 Jumat, 06 Feb 2026, 21:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Jessica Helena Wuysang
JAKARTA – Menggenjot belanja masyarakat menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, terutama saat investasi dan ekspor menghadapi tekanan global.
Konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari separuh PDB berperan sebagai bantalan utama aktivitas ekonomi domestik.
Karena itu, kebijakan yang memperkuat daya beli—mulai dari stabilisasi harga pangan, bantuan sosial yang tepat sasaran, hingga penciptaan lapangan kerja—menjadi krusial agar roda ekonomi tetap berputar dan risiko perlambatan dapat ditekan.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat total transaksi dari rangkaian program Belanja Nasional 2025 adalah sebesar Rp393,78 triliun.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam temu media di Jakarta, Jumat (6/2), mengatakan transaksi terbesar dicatatkan momen "Friday Mubarak" pada periode akhir Februari hingga Maret 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kita melihat bahwa pertama, mulai dari 'Friday Mubarak' yang juga transaksinya cukup tinggi sebesar Rp72,3 triliun. Kemudian juga disusul 'Holiday Sale' dengan transaksi Rp69,2 triliun, lalu 'Epic Sale' mencapai target senilai Rp54,88 triliun,” kata Mendag.
Pria yang akrab disapa Busan itu mengatakan, beberapa program belanja lainnya pada tahun lalu juga menunjukkan tren yang cukup baik, terutama pada momentum tertentu seperti "Merdeka Madness" (Rp44 triliun), "Hari Belanja Online Nasional" atau "Harbolnas" (Rp36,4 triliun), BINA Diskon Lebaran (Rp32,7 triliun).
Lebih lanjut, ada juga "BINA Indonesia Great Sale" (Rp31 triliun), "BINA-HBD Indonesia" (Rp30 triliun), dan "Indonesia Shopping Festival" (Rp23,3 triliun).
Sebaiknya Anda baca juga:
“Momentum seperti 'Harbolnas' dan 'Diskon Lebaran' ini membuktikan bahwa pasar di dalam negeri ini cukup sehat dan terjaga,” ujar Mendag Busan.
Ia menilai, penyelenggaraan program-program belanja tidak hanya untuk mendorong daya beli dan konsumsi masyarakat, tapi sekaligus untuk mengakselerasi produk-produk dalam negeri khususnya produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) naik kelas.
Kemendag mencatat bahwa sepanjang 2025, sebanyak 38.356 UMKM telah terfasilitiasi, dengan total potensi transaksi sebesar Rp170,6 miliar.
Untuk itu, program-program belanja di sejumlah momentum penting perayaan di Indonesia pun dinilai perlu untuk dijalankan secara berkelanjutan oleh para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah hingga asosiasi pengusaha dan peritel.
“Seperti nanti misalnya (momentum) Lebaran, kami sudah berkomunikasi dengan HIPPINDO (Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia) untuk memulainya dalam waktu dekat,” ujar Mendag.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!