Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bantul Diguncang Gempa, Empat Bangunan Rusak dan Tujuh Orang Terluka

📅 Jumat, 06 Feb 2026, 08:12 WIB | Oleh:
Bantul Diguncang Gempa, Empat Bangunan Rusak dan Tujuh Orang Terluka Doc: antara foto
Ket. Kantor BPBD Kabupaten Bantul, DIY.

BANTUL - Gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (6/2) dini hari tadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, mencatat sedikitnya empat bangunan mengalami kerusakan dan tujuh orang terluka akibat gempa Magnitudo 6,4.

"Jumlah dampak yang masuk ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Bantul update pukul 03.45 WIB ada empat titik kerusakan," kata Komandan Pusdalops PB BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah saat dikonfirmasi di Bantul, Jumat.

Menurut dia, dampak kerusakan di Bantul akibat gempa Magnitudo 6.4 pada 6 Februari 2026 pukul 01:06:11 WIB yang berlokasi 89 km selatan Pacitan, Jawa Timur (Jatim), dengan kedalaman 10 km tersebut adalah tiga rumah dan satu tempat ibadah rusak.

"Dampak kerusakan tersebar di empat lokasi kapanewon (kecamatan), yaitu Imogiri satu titik, Jetis satu titik, Pundong satu titik, dan Kapanewon Kasihan satu titik," kata Aka Luk Luk.

Sementara korban yang terluka akibat kejadian gempa tersebut, lanjut dia, berjumlah tujuh orang dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk penanganan dan perawatan.

"Korban luka tujuh orang dengan dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Bantul tiga orang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati tiga orang, dan lainnya satu orang," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan berbagai upaya telah dilakukan personel BPBD Bantul dalam merespons kejadian gempa itu, yaitu asesmen, pengamatan pasang surut air laut, penanganan medis, dan monitoring gempa susulan.

Dalam upaya tersebut, kata dia, sejumlah elemen dan sumber daya yang terlibat adalah dari Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul, PSC 119 Bantul, SRI (Sahabat Relawan Indonesia) Wilayah 3, rumah sakit, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) kelurahan dan warga.
"Dan saat ini proses pendataan masih dilakukan, sehingga data dampak masih bersifat sementara, dapat berubah sesuai update terbaru," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Sudan Selatan Ingin Putus S...
Luar Negeri
Waduk Mengering, Mumbai di ...
Luar Negeri
Pegunungan Jepang Mengganas...
Luar Negeri
Kabar Gembira! Peluang Kerj...
Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.