Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sudah 23 Hari Terendam, Aktivitas Warga Kampung Kuranji Serang Terhenti

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 14:37 WIB | Oleh:
Sudah 23 Hari Terendam, Aktivitas Warga Kampung Kuranji Serang Terhenti Doc: Antara Foto
Ket. Kondisi banjir di Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (4/2/2026).

Banjir yang menggenangi Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten, telah berlangsung selama 23 hari hingga Rabu. Genangan air yang tak kunjung surut membuat aktivitas sosial dan ekonomi warga setempat terhambat total.

Ahmad Hilmi (50), salah satu warga di Kampung Kuranji, Rabu, mengatakan bahwa kondisi ini diperparah dengan curah hujan yang masih tinggi, menyebabkan debit air di permukiman warga kembali mengalami kenaikan.

Menurutnya akses jalan desa yang terendam lumpur dan air menyulitkan warga untuk bekerja maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Sudah hampir sebulan, tepatnya 23 hari air menggenang. Aktivitas kami lumpuh, mau keluar kampung susah karena jalan terendam. Apalagi hari ini air naik lagi, jadi kami cuma bisa bertahan di rumah atau di pengungsian," ujarnya.

Ia menambahkan, lamanya durasi banjir membuat warga mulai kelelahan secara fisik dan mental. Warga berharap adanya penanganan lebih lanjut agar air bisa segera surut, mengingat bantuan logistik yang mereka miliki semakin menipis.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan wilayah Kecamatan Binuang menjadi salah satu dari empat kecamatan yang masih tergenang banjir bersama Carenang, Tanara, dan Kibin.

Data BPBD mencatat adanya kenaikan muka air di lokasi tersebut. TMA (Tinggi Muka Air) Banjir di Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang kembali naik antara 5 hingga 50 sentimeter.

"Akibat kondisi ini, tercatat sebanyak 29 Kepala Keluarga (KK) atau 149 jiwa warga Kampung Kuranji masih harus mengungsi," ujarnya.

Untuk penanganan darurat, BPBD Kabupaten Serang telah mengirimkan bantuan alat penyedot air (alkon) ke Kampung Kuranji guna mempercepat pengurangan debit air. Pemerintah Kabupaten Serang sendiri telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana mengingat dampak meluas di 92 desa di seluruh kabupaten.

Selain penyedotan air, kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan warga meliputi makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, serta perlengkapan kebersihan untuk menangani sisa lumpur jika air mulai surut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.