Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Stimulus Belum Mampu Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Stimulus Belum Mampu Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Doc: antara
Ket. Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, Kita menyiapkan paket stimulus yang mencerminkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kita menyiapkan 12,83 triliun rupiah untuk diskon transportasi selama libur lebaran, termasuk juga diskon tiket pesawat

Upaya menjaga daya beli melalui stimulus perlu diiringi dengan pengendalian harga kebutuhan pokok.

JAKARTA - Kebijakan Pemerintah menyiapkan paket stimulus senilai 12,83 triliun rupiah pada triwulan I-2026 dinilai hanya mampu untuk menjaga data beli masyarakat selama masa puasa dan lebaran. Stimulus yang sifatnya lebih mirip bantuan sosial (bansos) itu dipastikan belum mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah sendiri seperti disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto tengah menyiapkan anggaran senilai 12,83 triliun rupiah untuk paket stimulus ekonomi kuartal I 2026 yang mencakup diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol, serta bantuan sosial (bansos). Stimulus akan diberikan selama periode Februari-Maret 2026.

“Kita menyiapkan paket stimulus yang mencerminkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kita menyiapkan 12,83 triliun rupiah untuk diskon transportasi selama libur lebaran, termasuk juga diskon tiket pesawat,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa (3/2).

Dari total anggaran tersebut, 200 miliar rupiah dialokasikan untuk diskon transportasi, sedangkan untuk bansos mencapai sekitar 12 triliun rupiah. Secara terinci Pemerintah akan memberikan diskon tiket pesawat hingga 16 persen berupa Pajak Pertambahan Nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) khusus tiket pesawat kelas ekonomi penerbangan domestik.

“Kemudian Angkasa Pura, airport tax akan kasih diskon 50 persen, kemudian avtur pun akan ada diskon,” katanya.Untuk transportasi laut dan kereta api, potongan tarif tiket akan mencapai 30 persen, sedangkan diskon tarif jalan tol hingga 20 persen.

“Untuk bansos berupa beras 10 kilogram untuk dua bulan, ditambah MinyaKita untuk dua bulan,” katanya.

Paket stimulus tersebut akan diberikan selama periode libur Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2026, dengan harapan menggerakkan ekonomi lebih tinggi karena kuartal I itu penting.

Guru Besar Ekonomi Bisnis Unika Atma Jaya, Rosdiana Sijabat mengatakan paket stimulus itu sepertinya menyasar lebaran dan juga Imlek di Februari. Dari sisi efektivitasnya, stimulus itu sifatnya masih bansos, sedangkan bansos untuk situasi seperti di Indonesia hanya untuk menjaga daya beli masyarakat, tetapi belum mampu untuk mempercepat, mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

“Itu hanya menjaga pada level yang steady atau stabil di angka sekitar 5 persen.

Berkaca dari pertumbuhan ekonomi dari kuartal 1 tahun 2025 kan hanya 4,8 kemudian naik sedikit di kuartal II ke level 5,12 persen, walaupun kembali turun di kuartal ketiga,” katanya.

Saat ini, masih menunggu apakah target pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2025 bisa tercapai 5,7 persen. Target itu akan sulit penyaluran likuiditas 200 triliun rupiah ke sistem keuangan tidak diakselerasikan ke sektor-sektor produktif.

Dengan kapasitas perekonomian nasional yang saat ini belum pulih, maka perlu akselerasi agar bisa keluar dari pertumbuhan ekonomi seperti yang selama ini di angka 5 persen.

Kembali Melandai

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

35 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.