Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polres Bengkalis Amankan Pelaku TPPO Tiga WNI dan Satu Orang Rohingya

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 10:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polres Bengkalis Amankan Pelaku TPPO Tiga WNI dan Satu Orang Rohingya Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi BP3MI Riau menggagalkan keberangkatan empat calon PMI ilegal di Bengkalis tahun 2025 lalu.

PEKANBARU – Kepolisian Resor Bengkalis Provinsi Riau mengamankan pelaku dugaan praktek Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tiga warga negara Indonesia dan satu warga negara asing asal Myanmar (Rohingya).

Kepala Polres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, mengungkapkan pengungkapan ini bermula dari laporan warga melalui nomor pribadinya serta layanan darurat 110. Laporan tersebut langsung direspon untuk memastikan keamanan para calon korban yang terancam dikirim ke luar negeri tanpa perlindungan hukum.

"Dalam operasi senyap tersebut, petugas berhasil mengamankan total 12 orang dari lokasi kejadian Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana," kata Fahrian dalam keterangannya diterima di Pekanbaru, Rabu (04/2).

Operasi ini berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB Selasa (3/2) di sebuah rumah yang dicurigai sebagai tempat penampungan pengiriman tenaga kerja ilegal.

Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, empat di antaranya ditetapkan sebagai terduga pelaku utama, yakni pria berinisial Z (44), MR (54), SS (25), dan C (27).

Mereka diduga kuat berperan dalam mengorganisir keberangkatan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara non-prosedural menuju Malaysia melalui jalur laut di wilayah Bengkalis.

"Keempat korban ditemukan di titik penampungan yang berbeda dalam kondisi tanpa dokumen resmi, sebuah potret kelam eksploitasi manusia yang menyasar kelompok rentan," jelasnya.

Fahrian mengatakan para pelaku terancam hukuman berat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO serta UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Langkah tegas ini lanjutnya diambil untuk memberikan efek jera sekaligus komitmen Polres Bengkalis dalam memberantas mafia perdagangan orang yang kerap memanfaatkan wilayah pesisir.

"Saat ini, seluruh terduga pelaku dan korban telah berada di Mapolres Bengkalis untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ucap Fahrian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Portugal Tembus Lima Besar Ranking FIFA

1 jam lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Portugal Tembus Lima Besar ...
Olahraga
Djokovic Dukung Keputusan S...
Olahraga
NBA dan FIBA Tetap Berkomit...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.