Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Tengah Siapkan PLTN 7 Gigawatt Bertahap hingga 2034

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 13:50 WIB | Oleh:
Pemerintah Tengah Siapkan PLTN 7 Gigawatt Bertahap hingga 2034 Doc: antara foto
Ket. Utusan Khusus Presiden RI Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo dalam forum Indonesia Economic Summit 2026 di Jakarta, Rabu (4/2).

JAKARTA - Utusan Khusus Presiden RI Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menyatakan pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dengan kapasitas sebesar 7 gigawatt (GW) secara bertahap hingga 2034.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam forum Indonesia Economic Summit 2026 di Jakarta, Rabu (4/2), saat memaparkan arah kebijakan energi nasional jangka menengah dan panjang.

“Pemerintah telah memutuskan untuk memulai pengadaan 7 gigawatt tenaga nuklir. Ini baru dan benar-benar baru. Pada tahap awal 500 megawatt, dan secara bertahap hingga 2034 mencapai 7 gigawatt,” kata Hashim.

Ia menjelaskan program PLTN tersebut menjadi bagian dari agenda besar transisi energi nasional, melengkapi pembangunan pembangkit listrik skala besar yang tertuang dalam rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL).

Hashim menyebut bahwa dalam 10 tahun ke depan pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas pembangkit listrik baru sebesar 70 GW, dengan porsi dominan berasal dari energi baru terbarukan.

“Untuk 10 tahun ke depan telah diumumkan bahwa 70 gigawatt akan dibangun. Sekitar 76 persen di antaranya merupakan proyek energi terbarukan,” ujar dia.

Ia menambahkan proyek-proyek energi terbarukan tersebut menarik minat berbagai investor dan penyedia teknologi global, sebagai cerminan arah kebijakan pemerintah yang semakin kuat pada energi hijau.

Selain energi terbarukan dan nuklir, Hashim juga menyinggung peran gas alam yang tetap diposisikan sebagai bahan bakar transisi untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional selama masa peralihan.

“Sisanya akan disediakan oleh gas alam, yang kami anggap sebagai bahan bakar transisi,” tuturnya.

Hashim menegaskan kebijakan energi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyeimbangkan kebutuhan pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, dan penurunan emisi karbon secara berkelanjutan.

Ia menambahkan, keputusan memulai PLTN juga membuka peluang investasi baru, baik pada sisi pembiayaan maupun penyediaan teknologi, seiring meningkatnya kebutuhan listrik nasional dalam jangka panjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.