ICCD: Dunia Hadapi Krisis Ekonomi Global akibat Jauh dari Nilai Moral
📅 Rabu, 04 Feb 2026, 19:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Presiden Kamar Dagang dan Pembangunan Islam (ICCD) Abdullah Saleh Kamel menilai dunia saat ini berada di persimpangan ekonomi dan moral yang krusial di tengah percepatan perubahan geopolitik dan ekonomi global yang memperlihatkan berbagai kerentanan dalam tatanan ekonomi internasional.
"Meningkatnya fragmentasi sistem internasional serta dominasi kepentingan berbasis kekuatan telah melemahkan keadilan, menghambat pembangunan, dan menggerus nilai-nilai kemanusiaan," ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (4/2).
Hal tersebut disampaikan Kamel saat memberikan pidato pembukaan Indonesia Economic Summit 2026.
Kondisi itu, menurut Ketua Dewan Direksi Federasi Kamar Dagang Arab Saudi tersebut, menimbulkan kebutuhan mendesak akan model ekonomi global yang lebih seimbang dan inklusif.
Ia menilai kerangka ekonomi global yang berlaku saat ini belum mampu mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan maupun menjamin akses yang adil terhadap peluang ekonomi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kegagalan tersebut disebabkan oleh semakin lebarnya kesenjangan antara kebijakan ekonomi dan prinsip-prinsip etika.
Kamel juga mengamati bahwa wacana ekonomi global yang mendominasi forum-forum internasional utama tidak lagi membangun kepercayaan.
Sebaliknya, wacana tersebut mencerminkan realitas yang keras, ditandai oleh lemahnya tata kelola dan regulasi, menurunnya rasa keadilan, serta dominasi kepentingan politik dan orientasi keuntungan jangka pendek dibandingkan pertimbangan kemanusiaan, sosial, dan keberlanjutan lingkungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, tantangan tersebut menempatkan tanggung jawab besar pada para pemimpin bisnis, khususnya di negara-negara Global South dan ekonomi berkembang, untuk mengambil peran aktif dalam merumuskan kerangka ekonomi baru yang berlandaskan keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Kamel menegaskan bahwa sistem ekonomi yang berkelanjutan tidak dapat terwujud tanpa landasan moral yang jelas.
Investasi, perdagangan, dan sektor keuangan, katanya, seharusnya menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa pemisahan kegiatan ekonomi dari nilai-nilai moral telah berkontribusi terhadap menurunnya kepercayaan publik, melemahnya kohesi sosial, serta meningkatnya kerusakan lingkungan.
Lebih lanjut, Kamel menyatakan dunia Islam memiliki warisan peradaban panjang yang berlandaskan prinsip-prinsip ekonomi etis dan berbasis nilai.
"Warisan tersebut dinilai membuka peluang bagi dunia Islam untuk kembali berperan aktif dalam membentuk tatanan ekonomi global yang lebih stabil dan berkeadilan," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!