Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Deteksi 113 Titik Panas di Provinsi Riau

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 10:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Deteksi 113 Titik Panas di Provinsi Riau Doc: ANTARA
Ket. Sebaran titik panas di Provinsi Riau pada Rabu (4/2/2026) dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Pelalawan.

PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 113 titik panas di Provinsi Riau dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Pelalawan yang mencapai 60 titik.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Sanya G, menyampaikan bahwa selain Pelalawan sebaran titik panas ada di Kabupaten Bengkalis (26), Inderagiri Hilir (9), Kota Dumai (9), Rokan Hilir (9), dan Kepulauan Meranti (1). Data tersebut berdasarkan pembaruan data hingga pukul 07.00 WIB, Rabu (04/2).

"Kondisi ini menjadi perhatian seiring prakiraan cuaca di Riau yang masih didominasi cerah hingga berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang bersifat lokal," katanya di Pekanbaru, Rabu.

Sementara di Pulau Sumatera terdeteksi 170 titik panas dengan Provinsi Riau yang paling banyak. Kemudian disusul Kepulauan Riau (20), Aceh (20), Kepulauan Bangka Belitung (9), Jambi (3),serta Sumatera Selatan dan Sumatera Barat masing-masing satu.

Setelah melewati masa banjir di sejumlah wilayah, Provinsi Riau kini mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Memasuki awal Februari 2026, beberapa titik api terpantau muncul di berbagai daerah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mencatat sedikitnya enam kabupaten dan kota telah terdampak karhutla. Sebagian kebakaran berhasil ditangani dengan cepat, meskipun di beberapa lokasi petugas gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau Jim Ghafur mengatakan penetapan status siaga darurat di tingkat kabupaten dan kota dinilai sangat strategis. Pasalnya, untuk menetapkan status siaga darurat karhutla di tingkat provinsi, minimal harus ada tiga daerah yang terlebih dahulu menetapkan status serupa.

“Oleh karena itu, kami terus mendorong daerah-daerah yang rawan atau sudah mengalami karhutla agar mempertimbangkan penetapan status siaga, terutama jika potensi kebakaran semakin meningkat,” ujarnya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Olahraga
Mancini Tegaskan Tim Nasion...
Daerah
Karhutla Diduga Libatkan Ko...
Rona
Beware Boiúna, Horor Monst...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.