Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenekraf Ajak Kampus Olah Kekayaan Budaya Daerah Jadi Model Bisnis

📅 Selasa, 03 Feb 2026, 18:13 WIB | Oleh:
Kemenekraf Ajak Kampus Olah Kekayaan Budaya Daerah Jadi Model Bisnis Doc: ANTARA/Irfan
Ket. Direktur Kriya pada Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Neli Yana (kanan) bersama COO USG Education Ariyani Mawardi (kiri) dan Anggota Dekranasda Provinsi lampung Dendy Mashuri (tengah) memberikan keterangan ke media pada acara UIC Creative Showcase digelar USG Education di Serpong, Tangsel.

TANGERANG, BANTEN - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mengajak kampus secara kreatif mengolah kekayaan budaya daerah menjadi produk, gagasan, dan model bisnis yang relevan dengan pasar, tanpa kehilangan nilai dan identitas budaya setempat.

“Bagi kami, warisan budaya adalah modal strategis ekonomi kreatif yang harus terus dihidupkan, bukan hanya dilestarikan, termasuk melalui kolaborasi seperti UIC Creative Showcase," kata Direktur Kriya Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Neli Yana pada acara UIC creative showcase yang digelar USG Education di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Selasa (3/2).

Ia menjelaskan warisan budaya perlu terus dihidupkan agar tetap relevan dan bermartabat, serta memiliki nilai tambah ekonomi sebab cara memandang warisan budaya akan menentukan daya saing ekonomi kreatif berbasis budaya.

Ia menjelaskan keberlanjutan karya kreatif membutuhkan “jalan lanjut”, bukan berhenti pada selebrasi.

“Kami mendorong agar karya-karya seperti ini punya market (pasar) dan jalur yang jelas, melalui kualitas dan kurasi, penguatan desain dan storytelling, akses promosi dan pasar, serta peluang kolaborasi dengan UMKM dan pemerintah daerah. Di situlah karya anak muda benar-benar bertemu kebutuhan pasar dan bisa berkelanjutan,” katanya.

Keterlibatan talenta muda sebagai jembatan antara tradisi dan cara komunikasi yang dekat dengan generasi hari ini, katanya, satu hal penting karena ketika anak muda ikut terlibat maka warisan budaya tidak berhenti sebagai simbol.

"Talenta muda menjadi inspirasi karya, inovasi, dan peluang yang menguatkan ekosistem kriya dan ekonomi kreatif Lampung secara berkelanjutan," katanya.

COO USG Education Ariyani Mawardi mengatakan UIC Creative Showcase 2026 program tahunan berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung mendapatkan dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Dengan mengusung pesan “Advancing Lampung’s Heritage and Its Living Treasure”, kegiatan showcase ini menempatkan warisan budaya bukan sebagai artefak masa lalu, melainkan warisan yang hidup, yang dapat diolah menjadi nilai tambah ekonomi melalui produk, desain, strategi, kampanye, hingga pengalaman kreatif.

Ia mengatakan showcase ini puncak rangkaian program yang diawali melalui Study Week ke Lampung pada 22–25 November 2025. Dalam fase tersebut, para siswa melakukan riset lapangan untuk memahami akar budaya, konteks sosial, serta potensi kriya dan UMKM lokal melalui Dekranasda Provinsi Lampung.

Hasil riset kemudian diterjemahkan menjadi karya lintas disiplin yang dipresentasikan kepada publik, mitra, dan pemangku kepentingan pada puncak acara ini.

UIC College fokus pada pengembangan talenta muda melalui pembelajaran berbasis industri dan kebutuhan sosial. Pendekatan ini bukan hanya mempersiapkan siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang sarjana (S1) di luar negeri, tetapi juga membekali dengan keterampilan lunak yang relevan, mulai dari cara membaca konteks, menguji ide, hingga menyusun solusi yang aplikatif.

"UIC Creative Showcase dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan dengan penguatan budaya dan dampak sosial-ekonomi melalui model kolaborasi lintas pihak. Karena karya kreatif perlu dibangun melalui proses yang nyata, bukan sekadar tugas akademik, agar menghasilkan output yang relevan bagi masyarakat dan ekosistem daerah," ujarnya.

Anggota Dekranasda Provinsi lampung Dendy Mashuri menyebutkan kolaborasi dengan institusi pendidikan dan pemerintah pusat menjadi kunci agar kriya Lampung tidak hanya dikenal, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.