Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jelang Ramadhan, Satgas Saber Jaga Stabilitas Harga Daging Sapi di Tingkat RPH

📅 Selasa, 03 Feb 2026, 09:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jelang Ramadhan, Satgas Saber Jaga Stabilitas Harga Daging Sapi di Tingkat RPH Doc: Bapanas
Ket. Ternak sapi.

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan berkomitmen menjaga stabilitas harga daging sapi di tingkat Rumah Potong Hewan (RPH), terutama saat menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa mengatakan sebagai upaya mewujudkan hal itu, pihaknya melakukan inspeksi mendadak, salah satunya di Rumah Potong Hewan (RPH) Intisari 4, Tangerang Selatan, setelah muncul informasi rencana kenaikan harga daging sapi karkas.

“Kami mengunjungi RPH Intisari 4 setelah menerima informasi terkait adanya rencana RPH ini menaikkan harga sebesar Rp1.000 per kilogram dengan alasan rekondisi sapi dan faktor lainnya. Namun setelah kami telusuri bersama, ternyata di tingkat feedloter tidak terjadi kenaikan harga,” kata Ketut dalam keterangan di Jakarta, Selasa (3/2).

Ia menuturkan informasi adanya rencana kenaikan harga daging sapi dalam bentuk karkas tersebut dinilai Satgas Saber Pelanggaran Pangan perlu ditelusuri penyebabnya, karena sebelumnya pemerintah bersama para pelaku usaha bersepakat jika sapi/kerbau bakalan (feedloter) sudah tidak ada kenaikan harga berat hidup sapi/kerbau bakalan jelang Ramadhan dan Idul Fitri.

"Tidak boleh menaikkan harga. Ini sebagaimana arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman," jelas Ketut.

Dia menegaskan pemerintah bergerak cepat mencegah lonjakan harga daging sapi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

Ia menyebutkan pasokan daging sapi/kerbau secara nasional masih mencukupi. Untuk itu, stabilisasi harga daging ruminansia bagi masyarakat harus terus terjaga agar tidak berfluktuasi.

Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, untuk status ketersediaan komoditas pangan pokok strategis masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan di mana bertepatan dengan momentum Ramadhan dan Idul Fitri.

Komoditas daging sapi/kerbau pun dipastikan masih cukup aman sampai Maret.

Total ketersediaannya Januari sampai Maret 2026 ini dapat mencapai 185,4 ribu ton berasal dari stok awal tahun 41,6 ribu ton ditambah produksi dan hasil pemotongan sapi/kerbau bakalan di angka 125,2 ribu ton serta impor daging beku 18,5 ribu ton.

"Sementara angka konsumsi nasional berada di 179 ribu ton," beber Ketut.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Suganda memastikan RPH Intisari 4 telah berkomitmen mengembalikan ke harga semula.

"Tadi sudah ditelusuri, ternyata memang akan segera dilakukan pengembalian harga ke harga normal, karena memang harga di tingkat feedloter sampai dengan Lebaran nanti, maksimal di Rp55.000 per kg," kata Agung.

"Harga di tingkat feedloter saat ini masih normal, sehingga di RPH-nya juga harus dilakukan koreksi," tambah Agung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Menlu Marco Rubio Tegaskan ...
Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.