Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Daging Disorot, Satgas Peringatkan Pedagang Jangan Bermain Harga

📅 Selasa, 03 Feb 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Harga Daging Disorot, Satgas Peringatkan Pedagang Jangan Bermain Harga Doc: istimewa
Ket. Pengendalian Inflasi - Pergerakan Harga Daging Diawasi Ketat

JAKARTA – Langkah cepat pemerintah menurunkan Satgas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan ke Rumah Potong Hewan (RPH) Intisari 4, Tangerang Selatan, mencerminkan upaya antisipatif untuk menjaga stabilitas harga daging sapi menjelang Ramadan. Intervensi dini ini penting untuk meredam potensi spekulasi dan distorsi pasokan yang kerap muncul saat permintaan meningkat.

Dengan pengawasan langsung di hulu rantai pasok, pemerintah berupaya memastikan kenaikan harga tidak bersumber dari praktik tidak wajar, sekaligus menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas inflasi pangan selama periode konsumsi tinggi.

“Kami mengunjungi RPH Intisari 4 setelah menerima informasi terkait adanya rencana RPH ini menaikkan harga sebesar 1.000 rupiah per kilogram (kg) dengan alasan rekondisi sapi dan faktor lainnya. Namun setelah kami telusuri bersama, ternyata di tingkat feedloter tidak terjadi kenaikan harga,” ungkap Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa saat di RPH Intisari 4 di Tangerang Selatan, Banten, Minggu (1/2).

Satgas Saber Pelanggaran Pangan menilai rencana kenaikan harga daging sapi karkas perlu ditelusuri penyebabnya, mengingat pemerintah dan pelaku usaha feedloter telah sepakat tidak menaikkan harga sapi/ kerbau bakalan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pemerintah meminta RPH Intisari 4 menyesuaikan dan menurunkan kembali harga agar tidak memicu kenaikan di tingkat pedagang lain, sesuai arahan Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional.

Satgas menegaskan pasokan daging ruminansia nasional dalam kondisi mencukupi, baik dari produksi dalam negeri maupun impor, sehingga stabilisasi harga harus tetap terjaga agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang.

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, ketersediaan komoditas pangan pokok strategis, termasuk daging sapi/kerbau, dipastikan masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan hingga Maret, bertepatan dengan Ramadan dan Idulfitri.

Total ketersediaan daging sapi/ kerbau pada Januari–Maret 2026 mencapai 185,4 ribu ton, berasal dari stok awal, produksi dan pemotongan dalam negeri, serta impor daging beku, sementara kebutuhan konsumsi nasional tercatat sekitar 179 ribu ton. Kondisi ini menunjukkan pasokan relatif aman dan mampu menopang stabilitas pangan selama periode permintaan tinggi.

Pasokan Cukup

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda memastikan RPH Intisari 4 berkomitmen mengembalikan harga daging sapi ke level normal setelah ditelusuri penyebab rencana kenaikan harga. Dia menegaskan harga di tingkat feedloter hingga Lebaran tetap maksimal 55 ribu rupiah per kg, sehingga RPH dan pedagang eceran wajib menyesuaikan harga sesuai acuan Badan Pangan Nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.