Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat Kejar Ketertinggalan sekaligus Dorong Pendidikan Teknologi

📅 Senin, 02 Feb 2026, 08:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat Kejar Ketertinggalan sekaligus Dorong Pendidikan Teknologi Doc: ANTARA
Ket. Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih.

JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menilai kebijakan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan visi yang sangat spesifik, yakni sebagai upaya mengejar ketertinggalan bangsa sekaligus mendorong pendidikan teknologi.

Menurut dia, negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Tiongkok sudah memiliki keunggulan industri teknologi. Buktinya, kata dia, banyak kendaraan listrik yang diproduksi negara tersebut yang kini membanjiri jalanan Jakarta.

“Negara-negara lain sekarang, Amerika atau Tiongkok, luar biasa. Ratusan ribu anak-anak Tiongkok sekolahnya teknologi dan engineering. Jadi siap-siap, makanya anak-anak nanti tidak bisa kemudian bermain gim terus,” kata Abdul di Jakarta, Minggu (01/2).

Di tengah keraguan sebagian publik terkait fokus pemerintahan baru pada sektor pertahanan, dia menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia (SDM) tetap menjadi agenda prioritas, meski pendekatannya berbeda dari pemerintahan sebelumnya.

Dengan program ini, Presiden ingin mengubah orientasi pendidikan Indonesia agar lebih menekankan penguasaan teknologi terapan.

Abdul menjelaskan, Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk masyarakat prasejahtera, dengan koordinasi lintas kementerian dan pendekatan bantuan sosial.

“Sekolah Rakyat leading sector-nya bukan Kemendikdasmen, tetapi Kementerian Sosial. Kenapa? Karena pendekatannya kemiskinan,” katanya.

Sementara itu, Sekolah Garuda disiapkan sebagai inkubator bagi siswa berbakat untuk dipersiapkan menembus perguruan tinggi kelas dunia, dengan fokus pada sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).

“Sekolah Garuda setingkat SLTA, SMA, atau SMK, terhubung dengan perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, agar anak-anak pintar bisa tersambung langsung dengan pendidikan tinggi,” ujarnya.

Abdul mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengkritik pemerintah, tetapi juga berkolaborasi memajukan pendidikan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kepala Bapanas: Stok Beras ...

Jakarta Terima Hadiah Ultah Mencapai Rp22,2 Triliun

15 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terima Hadiah Ultah...
Ekonomi
Asik, Sambut Libur Sekolah ...
Megapolitan
Warga Gagalkan Aksi Dua Pen...

Kerukunan dan Kebebasan Beribadah Patut Disyukuri

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kerukunan dan Kebebasan Ber...

Siswa Bermasalah Tak Layak Menerima Bantuan Biaya Sekolah

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Siswa Bermasalah Tak Layak ...

Haree Gini Masih Buang Sampah Sembarangan…Bakal Masuk Bui

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Haree Gini Masih Buang Samp...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.