Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Mataram Tuntas Pasang Batu Boulder Antisipasi Abrasi

📅 Senin, 02 Feb 2026, 15:33 WIB | Oleh:
Pemkot Mataram Tuntas Pasang Batu Boulder Antisipasi Abrasi Doc: ANTARA/HO-Dokumen Pribadi
Ket. Pemasangan batu bouder di Pantai Ampenan, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebagai langkah antisipasi abrasi pantai.

MATARAM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), telah menuntaskan pemasangan batu boulder sebagai pemecah gelombang guna mengantisipasi abrasi pantai dan banjir rob.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, Senin, mengatakan pemasangan batu boulder dilakukan di Kampung Bugis, Ampenan, setelah terdampak gelombang pasang pada akhir Desember 2025.

"Total anggaran yang kami gunakan untuk memasang batu boulder di Kampung Bugis samping Depo Pertamina Ampenan sebesar Rp400 juta," katanya.

Dengan anggaran tersebut, lanjutnya, batu boulder bisa terpasang sepanjang sekitar 280 meter hingga 300 meter.

Batu boulder dipasang dengan sistem hanya dilepas berjejer, menjorok ke pantai sekitar 3-4 meter, tidak disusun seperti tanggul melainkan hanya dilepas biasa.

Tujuannya untuk memecah dan menahan gelombang, serta agar nelayan tetap bisa menurunkan perahu mereka ketika hendak melaut.

"Kalau batu boulder disusun tinggi, nelayan tidak bisa kesulitan menurunkan perahu," katanya.

Batu boulder merupakan batu alam yang memiliki berat satu batu hingga satu kubik, sehingga satu dam batu boulder hanya berisi 2-3 batu. Pemasangan batu boulder untuk antisipasi abrasi selama ini cukup efektif dan hampir sama dengan riprap.

"Kami berharap setelah pemasangan batu boulder bisa meminimalkan dampak abrasi pantai," katanya.

Kendati demikian, kata dia, dengan keterbatasan anggaran Pemkot Mataram belum dapat memasang batu boulder di Kampung Bugis bagian selatan Pura Segare.

Karena itu pihaknya berharap Balai Wilayah Sungai (BWS) dapat memberikan bantuan untuk pemasangan batu boulder di kawasan tersebut.

"Harapan kami, BWS bisa bagi-bagi tugas," katanya.

Di sisi lain, lanjut Lale, saat terjadi gelombang pasang pada akhir 22 Desember 2025, yang mengakibatkan 18 rumah mengalami rusak berat dan ratusan warga terdampak banjir rob, BWS sudah memberikan bantuan pembuatan tanggul sementara dari geobag.

Geobag bantuan dari BWS sekitar 750 lembar, yang diberikan secara bertahap kemudian diisi pasir sebagai tanggul darurat.

"Semoga langkah antisipasi yang kami lakukan, bisa mencegah abrasi pantai," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.