Dewa United Imbangi Persebaya 1-1, Jan Olde Riekerink Puji Pemainnya
📅 Senin, 02 Feb 2026, 18:26 WIB | Oleh: Opik
Doc: Antara/Rizal Hanafi
SURABAYA - Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink memuji mentalitas dan kedisiplinan taktik timnya setelah mengimbangi Persebaya 1-1 dalam laga Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (1/2) malam.
“Setelah kartu merah yang cepat, Anda harus bertarung lama melawan sebelas pemain Persebaya yang mengandalkan fisik, itu yang bagus dari mental pemain,” kata Riekerink dalam konferensi pers setelah pertandingan di Surabaya, Minggu malam tadi.
Ia menilai kartu merah yang diterima salah satu pemainnya menjadi momen krusial yang membuat laga menjadi jauh lebih sulit, namun menjadi ujian mental bagi Dewa United.
Kondisi tersebut memaksanya melakukan penyesuaian taktik, dengan mengubah garis pertahanan lebih dalam untuk meredam tekanan tuan rumah pada babak kedua.
Riekerink juga menginstruksikan lini belakang untuk bermain lebih rapat dan menutup ruang di area pertahanan sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini juga termasuk dengan menarik posisi bertahan sekitar 20 hingga 25 meter guna mengantisipasi kecepatan serangan Persebaya," ucapnya.
Riekerink menyebut satu poin dari Surabaya menjadi modal penting dalam membangun konsistensi permainan, mentalitas dan disiplin pemain dalam jangka panjang.
Pelatih asal Belanda itu menilai performa tersebut menunjukkan perkembangan Dewa United dalam menghadapi situasi sulit dan menjadi fondasi untuk kembali bersaing di papan atas kompetisi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya pikir dalam jangka panjang, kami akan kembali ke tempat yang seharusnya," tuturnya.
Pemain Dewa United Alta Ballah mengakui berlaga dengan kekurangan jumlah pemain membuat pertandingan berlangsung sangat berat.
“Pertandingan sangat sulit bagi kami, apalagi setelah kartu merah, tetapi kami bersyukur masih bisa mendapatkan satu poin,” katanya.
Dia juga merindukan bermain di Stadion Gelora Bung Tomo.
Putra pesepak bola asal Liberia Anthony Jomah Ballah itu juga rindu menyanyikan lagu kebanggan Persebaya, "Song For Pride" di GBT.
"Persebaya adalah mantan tim saya. Saya diberikan banyak kesempatan dan belajar banyak saat bermain di tim ini. Dan saya pikir itulah mengapa saya ikut bernyanyi tadi. Karena saya merindukannya," ujarnya. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!