Kondisi Darurat Sampah Harus Diubah dan Hasilkan Sumber Daya
📅 Jumat, 20 Feb 2026, 00:00 WIB | Oleh: Redaktur Pelaksana
Doc: ANTARA/FAUZAN
Tekanan serius akibat krisis sampah harus segera diputus karena berdampak pada kualitas lingkungan, kesehatan, dan perubahan iklim. Kondisi darurat itu harus diubah menjadi sistem pengelolaan yang menghasilkan sumber daya.
Indonesia saat ini menghadapi tekanan serius akibat krisis sampah yang berdampak pada kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, dan perubahan iklim. Kondisi tersebut sudah tidak bisa lagi ditunda-tunda dan butuh penanganan segera.
Sampah yang sudah tidak terkendali dari daratan akan berakhir di sungai dan laut. Rantai itu harus diputus dari hulunya. Targetnya adalah mengubah kondisi darurat menjadi sistem pengelolaan yang menjadikan sampah sebagai sumber daya.
Merujuk data UNFCCC yang mencatat suhu global pada 2024 menjadi yang terpanas sepanjang sejarah, dengan kenaikan mencapai 1,4 derajat Celsius dibanding masa pra-industri. Kenaikan suhu 1,4 derajat ini sangat berdampak bagi negara tropis seperti Indonesia. Curah hujan ekstrem, hidrometeorologi, banjir, dan kenaikan muka air laut sudah menjadi pola baru, bukan lagi anomali.
Indonesia saat ini berada dalam pusaran triple planetary crisis atau tiga krisis utama global, yakni krisis iklim, krisis pencemaran, dan krisis sampah. Ini bukan lagi isu dunia, ini sudah menjadi tantangan nyata yang dihadapi Indonesia dari hari ke hari. Oleh karena itu, pendekatan teknis dan regulasi harus diperkuat dengan kesadaran moral untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih disiplin dalam mengelola sampah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terkait kondisi darurat sampah dan ancaman nyata tiga krisis utama global yang dihadapi oleh Indonesia tersebut, wartawan Koran Jakarta Fredrikus W Sabini mewawancarai Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq dalam beberapa kesempatan. Berikut petikannya.
Apa pentingnya optimalisasi Refuse Derived Fuel (RDF)?
Optimalisasi fasilitas RDF ini penting dalam penanganan sampah berkelanjutan. Wilayah Jakarta Utara (Jakut) menghasilkan lebih dari 1.300 ton sampah per hari sehingga ini perlu menjadi perhatian serius.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada peran strategis kepala daerah dalam pengelolaan sampah sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Kemudian dukungan TNI dan Polri menjadi bagian dari mandat nasional untuk mempercepat penanganan sampah di seluruh wilayah.
Gerakan Indonesia ASRI menjadi simbol sinergi pemerintah pusat, daerah, TNI dan Polri dalam mempercepat penanganan sampah. Gerakan kebersihan merupakan amanat langsung Presiden melalui Gerakan Indonesia Asri.
Pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Ayo kita bereskan masalah sampah. Jakarta Utara menjadi barometer penanganan sampah nasional.
MUI buat fatwa yang haramkan buang sampah ke laut, bagaimana respon Anda?
Kami mengapresiasi terhadap fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan haram membuang sampah ke sungai, danau, dan laut. Penguatan tersebut sebagai langkah strategis dalam membangun perubahan perilaku masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!