Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Review Film “TKBM”, Sebuah Kisah tentang Keteguhan Seorang Manusia yang Diuji Sang Pencipta

📅 Minggu, 01 Feb 2026, 14:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Review Film “TKBM”, Sebuah Kisah tentang Keteguhan Seorang Manusia yang Diuji Sang Pencipta Doc: ANTARA
Ket. Sejumlah pemain dan kru film “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?” dalam konferensi pers usai pemutaran pratayang film tersebut di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

JAKARTA - Apa jadinya saat niat tulus justru berubah menjadi cobaan hidup yang menyakitkan? Perasaan itulah yang dihadirkan dalam film persembahan produksi Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment berjudul “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?”.

Film garapan sutradara Jay Sukmo ini menghadirkan potret emosional tentang keteguhan, Sarah, seorang perempuan menghadapi kondisi rumah tangga yang tidak lagi utuh.

“Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?” (TKBM) mengikuti kisah Sarah (Revalina S Temat) menjalani hidup yang tampaknya sempurna bersama suaminya, Satrio (Gunawan Sudrajat), dan putri mereka, Laila (Annisa Kaila).

Kehidupan yang selama ini diyakini Sarah sebagai tempat berpijak, mendadak runtuh saat Satrio mengutarakan niatnya untuk menikah lagi dengan Annisa (Megan Domani), resepsionis muda di kantornya.

Permintaan itu menjadi pukulan telak meruntuhkan kepercayaan yang mengguncang batin Sarah. Tidak ingin hidup dalam keadaan dimadu, Sarah mengambil keputusan besar untuk bercerai dengan membawa dampak emosional yang mendalam.

Di tengah keterpurukan, Sarah berusaha bangkit dengan memulai usaha kecil di bidang pembuatan dan perancangan scarf yang dijalani dengan dukungan sahabat-sahabatnya.

Namun, ketika Sarah mulai menata hidupnya, ujian berat kembali datang. Konflik dalam film ini memuncak ketika Satrio bangkrut dan sakit keras dalam kondisi yang membutuhkan pertolongan.

Dengan alasan bahwa Satrio tetaplah ayah dari anaknya, Sarah akhirnya berada pada persimpangan keputusan tersulit dalam hidupnya, ketika ia harus menerima kehadiran mantan suami dan istri barunya di bawah atap rumah miliknya sendiri.

Namun, keputusan Sarah justru memicu fitnah, tekanan sosial dari lingkungan sekitar, dan konflik batin yang kian dalam.

Hubungannya dengan Laila anaknya ikut merenggang. Laila, yang masih beranjak remaja, harus menelan kenyataan pahit bahwa perceraian kedua orang tuanya meruntuhkan hidupnya secara drastis. Ketiadaan figur ayah membuat Laila tumbuh dengan amarah dan kesedihan yang terpendam.

Dari titik itu, film menyoroti konflik batin terkait luka, nilai kemanusiaan, dan doa yang seolah menggantung tanpa jawaban. Revalina memerankan Sarah dengan akting yang tulus dan natural, tanpa berlebihan. Meski banyak adegannya hanya diam, emosi yang dirasakannya tetap tersampaikan.

Kehadiran Satrio dan Annisa memaksa Sarah belajar memaafkan dan memperbaiki hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya, termasuk Laila. Gunawan sebagai Satrio cukup stabil menggambarkan ketidakseimbangan emosinya sejalan dengan karakternya yang canggung yang harus menghadapi akibat pilihannya sendiri.

Sedangkan Kaila sebagai Laila tampil mengejutkan, dengan ledakan emosi yang terasa menggambarkan anak yang terluka namun bingung menyalurkan amarahnya.

Alur cerita yang disuguhkan film ini mampu mengaduk-aduk emosi penonton. Alih-alih tema seperti ini yang sensitif bisa saja bikin dramanya terlalu heboh, tapi di sini semuanya dikendalikan. Justru karena dikontrol, momen emosionalnya terasa lebih kuat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.