Iran Isyaratkan Kemajuan dalam Draft Pembicaraan dengan AS
📅 Minggu, 01 Feb 2026, 15:04 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S“CENTCOM juga meminta 'profesionalisme' dari militer nasional yang telah dicantumkan oleh Pemerintah AS sebagai 'organisasi teroris', sementara pada saat yang sama mengakui hak 'organisasi teroris' tersebut untuk melakukan latihan militer!” tulis Araghchi.
AS menetapkan IRGC , cabang elit militer Iran, sebagai organisasi "teroris" pada tahun 2019, selama masa jabatan pertama Trump.
Araghchi menambahkan, “Kehadiran kekuatan luar di wilayah kita selalu menyebabkan hal yang justru berlawanan dengan apa yang dinyatakan: memicu eskalasi alih-alih de-eskalasi.”
Al Jazeera melaporkan dari ibu kota Iran, mengatakan bahwa situasinya tetap "cukup rapuh dan genting".
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun demikian, katanya, pernyataan Larijani pada hari Sabtu tentang kemajuan yang dicapai dalam upaya untuk mengadakan negosiasi adalah pertanda "positif".
“Upaya diplomatik sedang berlangsung,” kata Asadi, seraya mencatat bahwa para pejabat senior Iran telah mengadakan pembicaraan dengan sekutu dalam beberapa hari terakhir di tengah upaya untuk mencegah konfrontasi antara Washington dan Teheran.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani bertemu Larijani di Teheran pada hari Sabtu untuk membahas “upaya meredakan ketegangan di kawasan tersebut”.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sheikh Mohammed menegaskan kembali “dukungan Qatar untuk semua upaya yang bertujuan mengurangi ketegangan dan mencapai solusi damai yang meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan ini”, kata kementerian tersebut mengenai pembicaraan itu dalam sebuah pernyataan .
“Ia juga menekankan perlunya upaya bersama untuk menyelamatkan rakyat di kawasan itu dari konsekuensi eskalasi dan untuk melanjutkan koordinasi dengan negara-negara sahabat dan bersaudara untuk mengatasi perbedaan melalui jalur diplomatik,” tambah pernyataan itu.
Turki, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi juga telah terlibat dalam upaya diplomatik untuk mencegah konfrontasi militer antara Washington dan Teheran.
Turki, yang merupakan anggota NATO, berbatasan dengan Iran dan menentang intervensi asing apa pun di sana. Turki menyerukan dialog AS-Iran untuk menghindari destabilisasi lebih lanjut dan telah berhubungan dengan kedua pihak untuk mencari solusi.
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman juga mengatakan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Selasa bahwa Riyadh tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau teritorialnya digunakan untuk aksi militer terhadap Teheran, menurut kantor berita negara SPA.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!