- Home
-
- Megapolitan
-
- Wagub Rano Bangun 4 Rumah ...
Wagub Rano Bangun 4 Rumah Pompa di Cempaka Putih, Berikut Daftar Lokasi dan Rinciannya
Jumat, 30 Jan 2026, 15:45 WIBJAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau langsung lokasi pembangunan rumah pompa di kawasan Cempaka Putih Barat dan Cempaka Putih, Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Kamis (29/1). Kunjungan ini menjadi penegasan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat sistem pengendalian genangan saat musim hujan.
Rano Karno menyampaikan, pembangunan rumah pompa yang dikerjakan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta difokuskan untuk memperkuat sistem Polder Cempaka Putih. Kawasan ini selama ini dikenal rawan genangan, terutama di sepanjang Jalan Letjen Suprapto dan wilayah Kelurahan Cempaka Putih Barat.
"Pembangunan pompa pengendali banjir beserta kelengkapannya dilakukan pada empat titik lokasi. Tujuannya jelas, agar genangan bisa lebih cepat surut dan tidak berulang," ujar Rano.
Empat rumah pompa yang dibangun memiliki fungsi dan kapasitas berbeda, dengan rincian sebagai berikut:
⢠Rumah Pompa Cempaka Putih Jalan Letjen Suprapto Sisi Barat
Rumah pompa ini memiliki kapasitas 3 meter kubik per detik. Keberadaannya ditujukan untuk mengurangi genangan di sisi barat Jalan Letjen Suprapto yang kerap terdampak limpasan air saat hujan deras.
⢠Rumah Pompa Cempaka Putih Jalan Letjen Suprapto Sisi Timur
Pompa di sisi timur memiliki kapasitas lebih besar, yakni 5 meter kubik per detik. Rumah pompa ini menjadi penopang utama pembuangan air pada ruas jalan utama yang memiliki kepadatan lalu lintas tinggi.
⢠Rumah Pompa Cempaka Putih Barat Sisi Utara
Dengan kapasitas 4 meter kubik per detik, rumah pompa ini difokuskan untuk mengendalikan genangan di kawasan permukiman padat di Cempaka Putih Barat bagian utara.
⢠Rumah Pompa Cempaka Putih Barat Sisi Selatan
Rumah pompa ini menjadi yang terbesar dengan kapasitas 6 meter kubik per detik. Fungsinya untuk menahan dan membuang debit air dari wilayah selatan yang menjadi titik akumulasi aliran air saat hujan ekstrem.
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menjelaskan, seluruh pembangunan rumah pompa tersebut telah dikontrakkan sejak akhir Desember 2025. Saat ini, proses mobilisasi alat dan persiapan lapangan tengah berlangsung.
"Insyaallah pembangunan fisik akan dimulai bulan depan. Total kapasitas seluruh rumah pompa mencapai 18 meter kubik per detik," ujar Ika.
Ia menambahkan, saat ini kawasan tersebut masih dibantu dua pompa mobile dengan kapasitas total sekitar 900 liter per detik. Setelah seluruh rumah pompa beroperasi, sistem ini ditargetkan mampu menangani genangan di area hampir 250 hektare wilayah Cempaka Putih dan sekitarnya.
Pemprov DKI Jakarta berharap pembangunan empat rumah pompa ini menjadi solusi jangka menengah dalam pengendalian banjir perkotaan. Penguatan sistem polder dinilai krusial untuk menjaga aktivitas warga dan mobilitas kota tetap berjalan saat curah hujan tinggi.
- Banjir Jakarta
- Cempaka Putih
- Antisipasi Banjir
- Pengendalian Banjir
- Dinas SDA DKI
- pompa penyedot air
- rumah pompa
- Wagub DKI Rano Karno
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Laksdya TNI Edwin Dilantik sebagai Wakasal
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
Upaya Pemprov DKI Bangun Kota Inklusif Melalui Semangat Paskah di Kota Tua
-
Pemprov Bali Mulai Larang Sampah Organik Masuk TPA Suwung
-
Peran Organisasi Keagamaan dalam Pembangunan Sosial Jakarta Menurut Wagub Rano Karno
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Dishub DKI Sebut Pembukaan Jalan Lenteng Agung Dilakukan Bertahap Imbas Jalan Amblas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.