Piala Dunia 2026: Gubernur Pramono Buka Peluang Nobar di Kantor Pemerintahan DKI

Kamis, 11 Jun 2026, 15:55 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang penyelenggaraan kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia di berbagai fasilitas milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut harus memperhatikan waktu pertandingan agar tidak mengganggu aktivitas kerja aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat umum.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono usai meninjau aset eks Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) DKI Jakarta di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/6). Menurutnya, sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) dan organisasi perangkat daerah (OPD) telah mengajukan permohonan untuk menggelar siaran langsung pertandingan Piala Dunia di lingkungan masing-masing.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang penyelenggaraan kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia di berbagai fasilitas milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut harus memperhatikan waktu pertandingan agar tidak mengganggu aktivitas kerja aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat umum. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Yang pertama, banyak BUMD kita dan OPD-OPD sudah meminta untuk diperbolehkan melakukan siaran langsung Piala Dunia," kata Pramono.

Meski membuka peluang tersebut, Pramono menilai jadwal pertandingan menjadi tantangan utama dalam pelaksanaannya. Sebab, sebagian besar laga berlangsung pada jam-jam produktif ketika masyarakat dan ASN sedang menjalankan aktivitas pekerjaan.

Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan nobar tidak boleh mengganggu kinerja maupun pelayanan publik yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan yang matang agar kegiatan hiburan tersebut tetap berjalan tanpa mengurangi produktivitas kerja.

"Problemnya adalah karena harinya, jamnya itu jam orang bekerja. Yang paling penting, jangan sampai kemudian mengganggu orang yang sedang bekerja. Karena jamnya adalah jam orang bekerja," ujarnya.

Pramono menjelaskan, sejumlah pertandingan dijadwalkan berlangsung pada pukul 09.00 WIB, 10.00 WIB, hingga 11.00 WIB. Kondisi tersebut dinilai berbeda dengan turnamen sepak bola internasional sebelumnya yang umumnya digelar pada malam hari sehingga tidak berbenturan dengan jam kerja.

Menurutnya, jika tidak dikelola dengan baik, jadwal pertandingan yang berlangsung pada pagi hingga siang hari berpotensi menimbulkan persoalan tersendiri. Karena itu, setiap rencana penyelenggaraan nobar perlu mempertimbangkan aspek waktu, lokasi, dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.

"Kebanyakan jam 9, jam 10, jam 11, sehingga ini menjadi persoalan tersendiri kalau tidak dikelola secara baik," ungkapnya.

Meski demikian, Pramono menegaskan pada prinsipnya Pemprov DKI Jakarta tetap memberikan ruang bagi masyarakat maupun ASN untuk menikmati perhelatan olahraga terbesar di dunia tersebut. Ia menilai Piala Dunia merupakan ajang yang memiliki daya tarik besar dan mampu menjadi sarana hiburan sekaligus pemersatu masyarakat.

Menurut Pramono, antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia merupakan hal yang wajar mengingat turnamen tersebut selalu menjadi perhatian publik di berbagai negara. Karena itu, pemerintah daerah berupaya mencari solusi agar masyarakat tetap dapat menikmati pertandingan tanpa mengabaikan kewajiban pekerjaan dan pelayanan publik.

"Tetapi secara prinsip, saya akan memberikan ruang. Apa pun masyarakat ataupun ASN ataupun publik juga perlu untuk memanfaatkan Piala Dunia," ucapnya.

Pramono juga menilai penyelenggaraan Piala Dunia kali ini memiliki nilai lebih dibandingkan sekadar kompetisi olahraga. Selain menyajikan pertandingan sepak bola berkualitas, turnamen tersebut juga berlangsung di tengah dinamika geopolitik global yang menjadi perhatian masyarakat internasional.

Menurutnya, kombinasi antara aspek olahraga dan perkembangan situasi dunia membuat Piala Dunia menjadi semakin menarik untuk diikuti. Hal itu pula yang mendorong tingginya minat masyarakat untuk menyaksikan pertandingan secara bersama-sama melalui berbagai kegiatan nobar.

"Menurut saya, menjadi semakin menarik karena tidak semata-mata persoalan bola, tetapi ketika geopolitik yang seperti ini sehingga dengan demikian menjadi lebih menarik," imbuhnya.

Pemprov DKI Jakarta hingga kini masih mengkaji berbagai usulan penyelenggaraan nobar di fasilitas pemerintah daerah. Keputusan terkait mekanisme pelaksanaan nantinya akan mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan hiburan masyarakat dan kelancaran aktivitas kerja selama berlangsungnya Piala Dunia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.